Menteri Bambang Tutup Raker Kemenristek/BRIN 2020

Menteri Bambang Tutup Raker Kemenristek/BRIN 2020
Menristek Dorong Sinergi dan Kolaborasi Riset Indonesia-Eropa
Presiden: Inovasi Itu Penting untuk Kemandirian dan Keunggulan Bangsa

Tutup Raker Kemenristek/BRIN 2020, Menteri Bambang Ajak Sosialisasi Program Riset dan Inovasi dengan Bahasa Praktis, Perkuat Kemitraan dan Kolaborasi dengan Pihak Swasta, dan Identifikasi Strategi Jitu untuk Akselerasi Sinergi K/L

Yogyakarta – Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro menutup secara resmi Rapat Kerja Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) 2020 dengan tema “Membangun Ekosistem Inovasi” yang berlangsung selama dua hari 26-27 November 2020 di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Dalam penutupan Menristek/Kepala BRIN menyampaikan perlunya penggunaan bahasa yang lebih lebih praktis dalam mengenalkan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Litbangjirap) agar lebih mudah diingat dan dimengerti masyarakat umum. Penggunaan istilah Litbangjirap perlu disederhanakan menjadi riset dan inovasi.

“Biarkanlah Litbangjirap menjadi bahasa hukum, bahasa di peraturan. Dalam pembicaraan sehari-hari atau dalam diskusi kita pakai riset dan inovasi. Kalau memang akan disingkat bisa Risnov, karena riset adalah proses atau inputnya, dan inovasi adalah outputnya jadi kita bicara hulu sampai hilir juga,” ungkap Menristek/Kepala BRIN saat memberikan pernyataan penutupan, Jumat, (27/11).

Pada Raker ini diusulkan perubahan Prioritas Riset Nasional (PRN) menjadi Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang menjadi fokus bukan hanya tentang riset (input), melainkan juga inovasi (output). Riset dan Inovasi ke depan harus diarahkan ke arah keseimbangan memperhatikan demand pull dan supply push yang dibutuhkan di Indonesia.

“Lebih penting adalah menemukan ekuilibrium (keseimbangan), dilihat mana yang lebih tepat antara demand pull atau supply push. Perlu diperhatikan juga after sales quality control, agar produk yang dihasilkan terus berkelanjutan, karena kualitas produk yang dihasilkan akan berpengaruh pada kepercayaan,” terang Menteri Bambang.

Perubahan strategi pemasaran produk juga diperlukan, Menteri Bambang menekankan diperlukan upaya lebih sering melakukan eksposure dan launching dari produk yang sudah dihasilkan komunitas riset dan inovasi. Tujuannya menyampaikan kepada masyarakat bahwa peneliti, perekayasa, dosen di Indonesia telah banyak menemukan dan menghasilkan produk inovasi.

“Jangan sampai kita kehilangan momen, perlu dipercepat sehingga positioning atas produk dapat menjadi leader, bukan follower. kita harus agresif untuk ekspos produk yang paling tidak sudah jelas prototipenya dan sudah punya prospek untuk dikomersialisasi. We have to be a leader untuk inovasi di Indonesia sendiri,” ujar Menristek/Kepala BRIN.

Lebih lanjut Menteri Bambang menambahkan pembangunan ekosistem riset dan inovasi akan menjadi fokus Kemenristek/BRIN pada tahun 2021. Pelibatan pihak swasta atau industri kedepannya menjadi sasaran penting sebagai upaya bersama menumbuhkan kegiatan riset dan inovasi di Indonesia. Di sisi lain sinergi antar berbagai lembaga penelitian di Kementerian/Lembaga (K/L) perlu untuk diidentifikasi agar akselerasi dapat berjalan dengan baik.

“Kita harus mulai berubah dengan semangat inovasi ini, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153 tahun 2020 mengenai super tax deduction sudah ada, harus all out mendorong swasta untuk mau ikut terlibat kegiatan RnD. Budaya riset saat ini adalah inovatif, kolaboratif, tidak ada yang bisa menang tanpa adanya kolaborasi bersama, maka itu perlu juga strategi jitu untuk akselerasi sinergi bersama K/L dan swasta,” tambah Menteri Bambang.

Raker Kemenristek/BRIN 2020 menghasilkan rumusan rekomendasi langkah-langkah strategis ke depan dalam menghadapi tantangan pembangunan terkait pengembangan, peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan teknologi (iptek) dan penciptaan inovasi yang terbuka, fleksibel, bermutu serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Rekomendasi hasil Raker Kemenristek/BRIN 2020 :

1. Evaluasi Program 2020 dan Outlook 2021
Hasil Pokja 1 berfokus pada :
• Pelaksanaan Litbangjirap : penguatan aspek perencanaan program dan kegiatan Litbangjirap; memasukkan analisis manajemen risiko; analisis kebutuhan dan pemenuhan standar atas proses dan produk perlu dimasukkan lebih awal dalam aktivitas Litbangjirap; harmonisasi Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dan Tingkat Kesiapan Inovasi (Katsinov) menjadi satu alat ukur dalam perencanaan dan evaluasi program.
• Pelaksanaan PRN : penyelarasan kembali dengan RPJMN IV; evaluasi positioning terhadap Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) untuk mendukung peningkatan kontribusi hasil riset dan inovasi; diusulkan perubahan Prioritas Riset Nasional (PRN) menjadi Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN); memasukkan bidang kebencanaan, teknologi informasi komunikasi dan transformasi digital, dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui Kliring dan Audit Teknologi.
• Peningkatan fungsi Kemenristek/BRIN : perencanaan dan alokasi anggaran Litbangjirap; koordinasi kelembagaan menguatkan sinergi antar Lembaga Litbangjirap; penguatan aspek regulasi; penguatan atas analisis manajemen risiko dan langkah mitigasi, analisis ekonomi atas produk; integrasi SDM Iptek.
• Penguatan ekosistem riset dan inovasi : lebih mengetahui kebutuhan pengguna atas produk Litbangjirap; adanya regulatory sandbox; penguatan N-Helix.

2. Penataan dan Penguatan SDM dan Infrastruktur Iptek Inovasi Nasional
Hasil Pokja 2 berfokus pada :
• Penataan dan Pengembangan SDM : sharing sumber daya (sdm, infrastrtukrur, data Litbangjirap, dan aplikasi dalam optimalisasi kompetensi kinerja SDM); manajemen talenta dan kompetensi secara terintegrasi; jabatan fungsional berbasis SDM Iptek; database repository dalam lingkup Kemenristek/BRIN; manajemen SDM terkait postur SDM Iptek dalam lingkup LPNK dalam koordinasi Kemenristek/BRIN; assessment center bagi SDM Iptek; manajemen risiko penyetaraan jabatan struktural ke fungsional; memperhatikan penugasan peningkatan jenjang pendidikan SDM Iptek.
• Penataan dan Pengembangan infrastruktur : Tim Bersama pemetaan dan inventarisiasi ulang; kajian peta kebutuhan infrastruktur terintegrasi; inisiasi pengkajian untuk penataan, pola pengelolaan, pemanfaatan kawasan mandiri dan layanan Iptek berbasis BLU terintegrasi; pengembangan Sistem Informasi Infrastuktur Iptek dan fasilitas Litbangjirap terintegrasi.

3. Tantangan dan Langkah Strategis dalam Sinergi Program dan Infrastruktur Riset dan Inovasi untuk Mendukung Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) 2020-2024
Hasil Pokja 3 berfokus pada :
• Kebijakan dan Tata Kelola : melakukan sinergi RIRN dengan PSN, RIPIN, pembentukan tim untuk sinergi Iptek; penyelarasan terhadap RIPIN, RPJMN; dikembangkan pola penyusunan PRN dengan menekankan pada pendekatan ekosistem inovasi Hilirisasi Porduk Teknologi, beberapa langkah strategis, yaitu sinergi, pelibatan sosisal budaya humaniora, kepastian pasar hasil riset dengan analisis program, manajemen pengelolaan riset hingga produk akhir (buku pedoman, monitoring evaluasi berkala dan terencana), tantangan tekno ekonomi (analisa risiko, business model canvas), pengelolaan anggaran, sumber daya manusia, infrastruktur riset dan inovasi, pengelolaan sumber daya yang terintegrasi, penyelarasan peraturan serta kebijakan riset dan inovasi (TKDNB, akselerasi SNI mendukung seluruh PRBN, e-katalog inovasi), produk ekspor dan impor, peta kebutuhan teknologi untuk masyarakat, optimalisasi transformasi digital.
• Usulan baru PSN-PRN 2020-2024 antara lain terkait Kebencanaan, Keantariksaan, dan Transformasi Digital.

4. Strategi Penguatan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan Pengembangan Vaksin Merah Putih
Hasil Pokja 4 berfokus pada :
• Pengembangan Vaksin Merah Putih : diperlukan kecepatan, efektifitas, keamanan dan kemandirian (kepentingan nasional); penguatan fasilitas dan kapasitas unit, bahan-bahan, protokol uji, anggaran dan tenknis pendukung lainnya sangat diperlukan; diusulkan pembentukan Task Force (TF) Percepatan Pengembangan Vaksin Merah-Putih; penguatan pengelolaan program konsorsium Vaksin Merah-Putih; kemitraan dengan industri dan pengawalan oleh BPOM; penguatan komitmen dan jaminan Pemerintah.

• Upaya percepatan pengembangan Vaksin : klusterisasi (pembentukan Task Force); identifikasi status terkini capaian kegiatan; sinergi melibatkan industri, BPOM dan Kementerian Kesehatan dalam setiap kluster secara intensif; menetapkan leader dan peran masing-masing; menyusun desain pengembangan lanjutan mengacu pada status terkini, ketentuan BPOM, Kementerian Kesehatan dan kaidah proses terstandar di industri; menetapkan target iuaran tiap kluster (TF) dan target waktu; inventarisasi kendala dan kebutuhan; menetapkan sumber anggaran; kordinasi teknis intensif per periode; menyiapkan fasilitas dan kegiatan antara (validasi, verifikasi, up scaling, uji pra klinis) terstandar (GLP, GMP).
• Penyampaian progres pengembangan Vaksin dari Universitas Airlangga, UI, LIPI, LBM Eijkman, UGM, dan ITB.
• Disampaikan pula rencana kegiatan penanganan Covid-19 Tahun 2021 dari Universitas Airlangga, UI, LIPI, LBM Eijkman, UGM, dan ITB.

Raker Kemenristek/BRIN 2020 dihadiri oleh para pemangku-pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristek/BRIN, mulai dari pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenristek/BRIN, Kepala LPNK beserta jajaran Eselon I dan II dalam koordinasi Kemenristek/BRIN (LIPI, BPPT, LAPAN, BSN, BAPETEN, BATAN dan LBM Eijkman), serta instansi terkait lainnya.

 

COMMENTS