Keunggulan Biden dan Klaim Trump Jadikan Rupiah Juara Asia

Keunggulan Biden dan Klaim Trump Jadikan Rupiah Juara Asia
Rupiah Juara 2 Mata Uang Terkuat di Asia Tenggara Selama Mei 2020
Rupiah Mata Uang Terbaik di Dunia

Nilai tukar rupiah menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (4/11/2020). Perhatian tertuju pada hasil sementara pemilihan presiden AS.

Melansir data Refinitiv, CNBC Indonesia melaporkan rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,62% di Rp 14.480/US$ di pasar spot. Sayangnya, level tersebut menjadi yang terkuat intraday, rupiah akhirnya mengendur di akhir perdagangan berada di level Rp 14.540/US$, menguat 0,21% di pasar spot.

Meski demikian, rupiah tetap menjadi juara alias mata uang dengan kinerja terbaik di Asia pada hari ini. Sebab semua mata uang utama Asia melemah, bahkan cukup tajam. Artinya, rupiah menguat sendirian.

Pilpres di AS sepertinya tidak akan selesai dengan mudah. Pagi tadi, calon presiden dari Partai Demokrat, Joseph ‘Joe’ Biden unggul jauh dari lawannya petahana dari Partai Republik, Donald Trump.

Kemenangan Biden akan menguntungkan bagi negara-negara emerging market karena perang dagang AS-China kemungkinan akan berakhir, serta kenaikan pajak korporasi dan stimulus fiskal yang besar diperkirakan akan membawa aliran modal ke emerging market seperti Indonesia. Hal tersebut tentunya membuat rupiah perkasa.

Hasil riset JP Morgan yang dirilis pada 29 Oktober lalu juga menunjukkan pasar saham maupun mata uang negara-negara emerging market akan diuntungkan jika Biden menjadi orang nomor 1 di Negeri Paman Sam. Sebab kebijakan perdagangan yang diambil dikatakan kurang impulsif.

Tetapi hingga sore ini, Trump mulai menyusul efek dari sistem electoral college yang dianut AS.

Berdasarkan data dari AP, hingga pukul 15:00 WIB Joe Biden unggul dengan memperoleh 238 electoral vote sementara Trump 213. Diperlukan minimal 270 electoral vote untuk memenangi pilpres di AS.

Trump kini unggul di beberapa negara bagian yang masih belum selesai perhitungan suaranya.

Battleground kini ada di Negara Bagian Pennsylvania, dengan jumlah suara yang masuk baru 64%, dan memiliki electoral vote sebanyak 20. Satu lagi di Negara Bagian Michigan, dengan suara masuk sebanyak 69%, dan memiliki electoral vote sebanyak 16.

Artinya jika Biden mampu menang di 2 negara bagian tersebut, maka ia akan menjadi Presiden AS ke-46. Trump masih unggul dengan 55,7% di Pennsylvania dan 52,2% di Michigan, tetapi masih belum semua suara masuk ke perhitungan.

Presiden Trump malah sudah mengklaim kemenangannya, sebelum perhitungan suara berakhir.

“Jutaan dan jutaan orang memilih kami malam ini. Dan sekelompok orang yang sangat menyedihkan sedang mencoba mencabut hak pilih dari kelompok orang itu. Dan kami tidak akan mendukungnya,” kata Trump di Ruang Timur Gedung Putih, sebagaimana dilansir CNBC International.

“Kita sudah bersiap untuk perayaan besar. Kita menang segalanya, dan tiba-tiba itu semua dibatalkan,” tambahnya.

Trump juga berencana menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi untuk menghentikan perhitungan suara. Seandainya perhitungan dihentikan, tentunya Trump akan unggul di Pennsylvania dan Michigan, dan melanjutkan periode kedua pemerintahnnya.

Trump sepertinya bermaksud menghentikan penghitungan surat suara via pos yang dapat diterima secara hukum oleh dewan pemilihan negara-negara bagian setelah pemilihan hari Selasa (3/11/2020), asalkan dikirim tepat waktu.

Pilpres saat ini sepertinya masih belum akan berakhir cepat, dan kembali muncul ketidakpastian di pasar. Rupiah yang sebelumnya menguat tajam harus memangkas pelemahannya, bahkan ada kemungkinan akan berbalik melemah seandainya perdagangan masih berlangsung.

COMMENTS