Menteri PPN: Metropolitan Cerdas Harus Berkelanjutan

Menteri PPN: Metropolitan Cerdas Harus Berkelanjutan
Menuju Ibu Kota Baru: Akan Dibangun Tol Kaltim 60 km
Korea Selatan Tertarik Bantu Pembangunan Ibu Kota Baru di Kaltim

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan pidato sambutan di acara Webinar Transformasi Digital yang diselenggarakan oleh kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada hari Jumat, 18 September 2020. Forum ini bertema Tantangan Pembangunan Metropolitan Cerdas di Indonesia untuk Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dalam forum ini menteri menyampaikan pendapatnya mengenai perencanaan pembangunan kawasan perkotaan yang baik akan mendukung pemulihan ekonomi, namun sayangnya Indonesia belum memperoleh manfaat yang optimal dari pembangunan tersebut.

“Di beberapa negara, pembangunan perkotaan telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. Namun, sampai dengan saat ini Indonesia belum mendapatkan manfaat yang optimal dari proses urbanisasi ini.”

“Beberapa penyebab yang telah diidentifikasi adalah belum terpenuhinya layanan dasar perkotaan seperti air minum, sanitasi, transportasi umum, yang menimbulkan eksternalitas pembangunan perkotaan,” ungkap Menteri.

Pembangunan perkotaan telah menjadi bagian dalam agenda prioritas nasional yang tertuang dalam RPJMN 2020 – 2024 untuk Pengembangan Wilayah.

RPJMN 2020 – 2024 itu memiliki fokus: pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur, perencanaan terpadu dan pembangunan 10 wilayah metropolitan (WM), 4 kota baru dan 52 kota besar, sedang, dan kecil.

Pembangunan perkotaan diharapkan dapat mendukung pencapaikan empat agenda prioritas pemerintah tahun 2021. Yakni, percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dengan penekanan pada pemulihan industri, pariwisata, dan investasi; reformasi sistem kesehatan nasional; reformasi sistem perlindungan sosial; serta reformasi sistem ketahanan bencana.

Bagian terpenting dalam sebuah pembangunan perkotaan menurut Menteri Suharso ialah transformasi digital. Pemanfaatan infrastruktur digital akan menjadi modal pengembangan Kota Cerdas di Indonesia, selain itu dapat mendorong efisiensi sumber daya yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar terutama untuk pembangunan perkotaan termasuk kawasan wilayah metropolitan (WM) di Indonesia.

“Transformasi digital dapat membantu WM menggunakan sumber daya melalui cara-cara yang lebih efektif dan memberikan layanan lebih efisien menuju metropolitan cerdas,” ujar Menteri.

Pendekatan kota cerdas dapat diterapkan di berbagai infrastruktur perkotaan, seperti sistem transportasi, bangunan gedung, air bersih, energi, pengelolaan limbah, dan layanan lainnya untuk mewujudkan smart & competitive economy, smart & inclusive society, dan smart green & resilient environment.

Namun menteri mengingatkan bahwa transformasi digital dalam pengembangan kota cerdas bukan sebagai tujuan untuk membangun citra kota namun sebagai akses untuk mewujudkan perkotaan berkelanjutan, termasuk metropolitan berkelanjutan.

“Metropolitan Cerdas adalah metropolitan yang dapat mengelola sumber daya yang dimilikinya secara optimal dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Metropolitan dan Kota Cerdas bukan lagi sebagai pilihan tetapi sebuah keharusan untuk mendukung transformasi kota yang seimbang dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan untuk mewujudkan perkotaan berkelanjutan,” terang Menteri.

COMMENTS