Banpres Produktif Usaha Mikro Diluncurkan, Ini Cara Mengaksesnya

Banpres Produktif Usaha Mikro Diluncurkan, Ini Cara Mengaksesnya
Buka Akses Pasar, Mendag Terapkan Sistem Resi Gudang Untuk Ayam Beku
PUPR Bangun Jembatan Gantung Mekar Baru di Kabupaten Serang, Banten

Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro mulai digencarkan pemerintah sejak diluncurkan kemarin (24/8/2020). Banpres Produktif Usaha Mikro adalah salah satu strategi pemerintah untuk membantu usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Pihak yang berhak mendapatkan Banpres Produktif Usaha Mikro harus memenuhi kriteria:

1. Warga Negara Indonesia.
2. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK).
3. Memiliki Usaha Mikro.
4. Bukan ASN, TNI/Polri, serta pegawai BUMD/BUMN.
5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.
6. Bagi pelaku Usaha Mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Untuk mendapatkan SKU, pengusaha mikro perlu menyampaikan surat permohonan SKU di kantor kelurahan dan kecamatan setempat dengan surat pengantar dari RT/RW serta dilengkapi beberapa dokumen penunjang. Dokumen tersebut adalah KTP (asli dan fotokopi) dan fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Untuk mengakses bantuan tersebut, pelaku usaha mikro perlu diusulkan oleh pihak pengusul. Pengusul Bansos Produktif untuk Usaha Mikro, antara lain adalah:

1. Dinas yang membidangai Koperasi dan UKM.
2. Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum.
3. Kementerian/Lembaga.
4. Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK.

Calon penerima Banpres Produktif Usaha Mikro, dapat melengkapi data usulan kepada pengusul, dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Nomor Induk Kependudukan (NIK).
2. Nama lengkap.
3. Alamat tempat tinggal sesuai KTP.
4. Bidang usaha.
5. Nomor telepon.

Pemerintah memastikan Banpres Produktif Usaha Mikro adalah dana hibah yang tidak perlu dikembalikan dan tidak berbunga, sehingga bentuknya bukanlah pinjaman maupun kredit.

Selain itu, penerima Banpres Produktif Usaha Mikro tidak dipungut biaya apapun dalam penyaluran Banpres Produktif untuk Usaha Mikro.

Namun, penerima Banpres Produktif Usaha Mikro tidak dapat diwakilkan atau dikumpulkan secara kolektif.

Jika pengajuan Banpres Produktif Usaha Mikro disetujui, penerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro akan menerima informasi melalui layanan pesan singkat (SMS) oleh bank penyalur.

Setelah menerima pesan singkat tersebut, penerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro harus melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan, agar dapat segera mencairkan dana yang sudah didapat.

Dana tersebut senilai Rp 2,4 juta akan diberikan langsung sekaligus bagi yang sudah memenuhi persyaratan, tidak dicicil.

Jika pelaku Usaha Mikro tidak memiliki rekening di bank penyalur, maka akan dibuatkan pada saat pencairan oleh bank penyalur. Bank penyalur terdiri dari BRI, BNI, dan Bank Syariah Mandiri.

Banpres Produktif akan disalurkan sampai dengan September 2020. Apabila Usulan Banpres Produktif Usaha Mikro sudah memenuhi kuota, maka akan langsung ditutup.

Informasi lain tentang Banpres Produktif Usaha Mikro dapat diakses melalui www.kemenkopukm.go.id atau telepon 1500-587.

KemenkopUKM terus secara aktif bekerja sama dengan seluruh stakeholders, termasuk Himbara untuk menyalurkan BanPres Produktif Usaha Mikro ini. Target total Banpres Produktif Usaha Mikro adalah 12 juta penerima manfaat, dan sudah mulai disalurkan sejak 17 Agustus 2020.

“Bantuan ini merupakan bagian dari skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan kepada Pelaku Usaha Mikro yang belum memiliki kredit, namun memiliki usaha,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki kemarin.

Target penyaluran tahap pertama untuk 9,1 juta penerima manfaat, dengan total anggaran Rp22 triliun.

Pada tahap awal, BanPres Produktif Usaha Mikro telah disalurkan kepada sebanyak 1 juta penerima manfaat, melalui BRI dan BNI. Rinciannya adalah; (1) BRI telah menyalurkan BanPres Produktif kepada 683.528 penerima manfaat, dengan total penyaluran Rp1,64 triliun, dan; BNI telah menyalurkan kepada 316.472 penerima manfaat dengan total penyaluran Rp760 miliar.

Maka, tercatat hingga 19 Agustus 2020, BanPres Produktif telah disalurkan di 34 provinsi, untuk 1 juta penerima manfaat pada tahap awal, dengan total yang telah tersalurkan mencapai Rp2,4 triliun.

“Kesuksesan BanPres Produktif ini karena adanya dukungan penuh seluruh rakyat Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai kementerian/lembaga terkait,” tutur Teten.

Teten berharap dapat terus bersinergi dalam pelaksanaan seluruh rangkaian program PEN, seperti yang selama ini sudah terjalin sinergis dengan beberapa pihak.

Pihak-pihak tersebut termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sekretaris Kabinet (Setkab), Kementerian Pertahanan (Kementan), Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM), Satgas PEN, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), OJK, Kemenkoperekonomian, BPKP, dan Dukcapil.

Banpres Produktif Usaha Mikro 001

Banpres Produktif Usaha Mikro 001

COMMENTS