Survei PUSPEK Unair: Presiden Didukung 82% Publik di Tengah Pandemi

Survei PUSPEK Unair: Presiden Didukung 82% Publik di Tengah Pandemi
Presiden: Pemerintah Hormati Proses Hukum di KPK
Ikut Arahan Presiden, Jatim Kerahkan Daya Upaya Lawan Covid-19 dalam 2 Minggu

Dukungan politik masyarakat kepada Presiden masih tinggi di tengah pandemi Covid-19, yaitu 82%. Angka tersebut terdiri dari dua wilayah, antara lain dukungan politik kepada Presiden dari responden asal non-Pulau Jawa yaitu 89% dan Pulau Jawa 76,5%.

Hasil tersebut merupakan satu dari lima variabel penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik, Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Politik Universitas Airlangga (PUSPEK Unair), Surabaya. Riset tersebut berjudul “Kepercayaan Masyarakat kepada Pemerintah dalam Penanganan Covid-19”.

Dalam paparannya, Dr. Tuti Budirahayu, MS.i dan Fahrul Muzaqqi, S.IP., M.IP. menyatakan bahwa empat hasil penelitian lain adalah implementasi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19, efektivitas kebijakan PSBB pemerintah, dan kondisi struktural pemerintah di masa pandemi. Satu poin hasil penelitian lain adalah komunikasi kebijakan pemerintah dalam situasi pandemi.

1. Implementasi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19

Dalam sistem penanganan covid-19, responden menunjukkan arah hampir berimbang antara kategori sedang 45,3% dan yang menilai implementasi kebijakan penanganan Covid-19 oleh pemerintah pada kategori tinggi, 46,8%.

Jika data dipilah berdasarkan wilayah Jawa dan Luar Jawa, maka respon masyarakat di Jawa cenderung sedang, yaitu sebesar 51%; sedangkan di Luar Jawa menunjukkan respon pada kategori tinggi atau berarti baik, yaitu sebesar 56,4%.

2. Efektivitas kebijakan PSBB pemerintah.

Efektivitas kebijakan PSBB yang dilakukan oleh pemerintah menurut masyarakat di Pulau Jawa berada pada respon kategori sedang 48,3%, dan masyarakat di luar Jawa menunjukkan respon kategori tinggi, yaitu 62,8%, sehingga respon nasionalnya didominasi kategori tinggi, yaitu 51,8%;

3. Kondisi struktural pemerintah di masa pandemi.

Di tingkat nasional perbandingan antara yang merespon kategori sedang (40,10%) hampir seimbang dengan yang merespon kategori tinggi  (42,8%).

Jika dilihat dari responden berdasarkan sebaran wilayah, masyarakat di Pulau Jawa menunjukkan nilai kategori sedang (42,10%), tetapi yang merespon kategori rendah juga relatif cukup besar yaitu 24,10%. Untuk kondisi struktural pemerintah ini, masyarakat di luar Pulau Jawa respon masyarakat cenderung didominasi pada kategori tinggi yaitu sebesar 54,4%,

4. Komunikasi kebijakan pemerintah dalam situasi pandemi.

Di tingkat nasional, masyarakat menilai komunikasi pemerintah dalam periode pandemi ini masih relatif tinggi yaitu 47,1%.

Oleh reponden asal Pulau Jawa, nilai komunikasi pemerintah sekarang ini masuk kategori sedang yaitu 41,7%, dan yang merespon kategori rendah (atau berarti negatif) juga relatif cukup banyak, yaitu 19,10%.

Responden di Luar Jawa menunjukkan kecenderungan tinggi atau menilai komunikasi pemerintah baik, yaitu 57,3%

Riset tersebut didasari metode survei dan pengolahan data secara kuantitatif dengan dasar proporsi jumlah penduduk yang diambil dari data BPS tahun 2019. Dengan angka penduduk tersebut, maka populasi survei atau sampel yang ditetapkan adalah sebesar 800 responden.

Sampel diambil dengan cara cluster random sampling. Strategi pengambilan sampel dilakukan dengan cara mendata terlebih dahulu kelompok-kelompok masyarakat (cluster) yang menjadi afiliasi dari PUSPEK Unair yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Wilayah itu khususnya di tujuh kepulauan (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua).

Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner online yang dikirim melalui dua media sosial utama (whatsapp dan email) ke sejumlah responden berdasarkan kerangka sampel (sampling frame) di kluster-kluster wilayah yang telah ditetapkan.

Penelitian tersebut dilakukan pada periode 3-18 Juni 2020. Tingkat kepercayaan yang ditetapkan dalam penelitian ini sebesar 95% (alpha  0,05) dengan derajat kesalahan (margin of error) sebesar 3,4%.

Secara metodologi, PUSPEK Unair menyadari bahwa studi ini masih memiliki kekurangan.

Pertama, teknik sampling yang digunakan masih belum mencerminkan populasi masyarakat Indonesia secara ideal, karena keterbatasan akses dan data untuk mendapatkan kerangka sampling  pendudukan di seluruh propinsi di Indonesia.

Kedua, pengumpulan data hanya menggunakan kuesioner online.

Detail laporan riset tersebut dapat diakses melalui link ini.

COMMENTS