Pemenang Program Riset dan Inovasi COVID-19 Dapat Dana Penelitian II Rp 27,3 M

Pemenang Program Riset dan Inovasi COVID-19 Dapat Dana Penelitian II Rp 27,3 M
Menteri PPPA: Disiplin dan Sosialisasikan 3M di Lingkungan Keluarga
Pekan Lalu, Risiko Covid-19 Jawa Timur Terendah Se-Indonesia

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro kembali mengumumkan Penetapan Proposal Penerima Dukungan Pendanaan Tahap II secara daring, Jumat (10/07).

Program pendanaan ini merupakan kelanjutan setelah Tahap I yang diumumkan pada 18 Mei 2020 lalu.

Dalam sambutannya, Menristek/Kepala BRIN menyampaikan kepada para peneliti dan perekayasa yang telah berkontribusi dalam program pendanaan ini.

Menurut dia, kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 hanya bisa dilakukan jika ada kolaborasi dan sinergi.

“Kegiatan Litbangjirap terkait COVID-19 dengan waktu yang sangat singkat ini hanya bisa dilakukan kalau kita mau melakukan kolaborasi dan sinergi,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro.

“Artinya, kolaborasi dan sinergi dalam Litbangjirap atau dalam penelitian adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini bukan hanya kondisi emergency tapi ini adalah pola masa depan.”

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan pada Pengumuman Penetapan Proposal Penerima Dukungan Pendanaan Tahap II.

Di kesempatan yang sama, Rionald Silaban, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

Menurut dia, program itu adalah wujud nyata dalam percepatan dan penanganan COVID-19.

“Konsorsium Riset dan Inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19 yang telah dibentuk oleh Kemenristek/BRIN merupakan salah satu wujud nyata dari langkah tersebut,”

“Oleh karena itu LPDP menyambut baik dan mendukung pendanaan program Konsorsium Riset dan Inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19,” ujar Rionald.

Plt. Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN, Mego Pinandito yang juga turut hadir dalam acara ini. Dalam laporannya, dia menyampaikan bahwa proposal yang lolos merupakan proposal-proposal unggul yang diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya percepatan penanganan COVID-19.

“Dari kriteria yang sudah ditetapkan menghasilkan proposal-proposal yang sebetulnya adalah proposal-proposal unggul.”

“Diharapkan pada prosesnya nanti bisa dilakukan percepatan-percepatan dan menghasilkan produk-produk riset dan inovasi yang bisa bermanfaat, baik langsung maupun tidak langsung di dalam penanganan COVID-19 ini,” ungkap Mego Pinandito.

Dari 903 judul proposal yang masuk, telah dilakukan proses review dan penilaian sehingga yang lolos sebanyak 139 proposal.

Adapun, proposal tersebut meliputi 5 bidang prioritas yakni Pencegahan ( 30 proposal), Skrining dan Diagnosis (15 proposal), dan Alat Kesehatan dan Pendukung (34 proposal).

Selain itu, ada juga Obat-obatan, Terapi dan Multicenter Clinic (19 proposal), Sosial Humaniora dan Public Health Modelling (41 proposal) dengan total dana yang diberikan sebesar Rp 27,3 Miliar.

Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 merupakan program pendanaan penelitian dari Kemenristek/BRIN serta didukung oleh LPDP Kementerian Keuangan.

Program itu diberikan kepada berbagai institusi, lembaga, dan industri yang mempunyai R&D (Research and Development).

Diharapkan, program tersebut secara kolaboratif melaksanakan kegiatan Litbangjirap dalam upaya pencegahan, deteksi, penyebaran, dan/atau penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia.

Dalam sesi tanya jawab Menristek/Ka-BRIN dan Ketua Tim Riset dan Inovasi Percepatan dan Penanggulangan COVID-19 Ali Ghufron Mukti juga berdialog interaktif dengan stakeholder.

Stakeholder tersebut terdiri dari Peneliti/Inventor dan Inovator, Perwakilan Kementerian/Lembaga, Perwakilan Perguruan Tinggi, dan Sahabat Media.

Semua masukan, input positif maupun komentar dalam dialog interaktif, sangat diapresiasi dan akan menjadi bahan pertimbangan di masa yang akan datang, untuk bersatu dalam menghadapi Pandemi COVID-19 ini.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti; Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN, Muhammad Dimyati; dan Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN Jumain Appe.

Selanjutnya ada Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud, Aris Junaidi; Pejabat Eselon I, II, III dan IV Kemenristek/BRIN dan LPNK; Manajer Integrasi Riset dan Pengembangan Bio Farma, Neni Nurainy; dan Para Pimpinan Perguruan Tinggi;

Daftar penerima program pendanaan proposal penelitian Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap II dapat dilihat pada tautan berikut: https://bit.ly/3eiIVLH

COMMENTS