Pakai Air Limpahan PLTM Hanga-Hanga, PLN Hasilkan Listrik Lewat Pikohidro

Pakai Air Limpahan PLTM Hanga-Hanga, PLN Hasilkan Listrik Lewat Pikohidro
Ini Cara Dapetin Keringanan Tagihan Listrik Rumah Tangga 450 dan 900 VA
PLN Jamin Pasokan Listrik pada Gelaran MTQ Nasional ke-28

PLN terus berupaya meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan dalam menghasilkan listrik, salah satunya dengan memanfaatkan air limpahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Hanga-Hanga.

Dari PLTM yang berlokasi di Luwuk (Sulawesi Tengah) itu, PLN menghasilkan listrik kembali melalui Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro.

Pikohidro merupakan salah satu alternatif pembangkit listrik skala kecil yang hanya membutuhkan jatuhnya air dari ketinggian 4 meter untuk menggerakan turbin sehingga cocok untuk daerah di sekitar aliran sungai.

Pembangkit ini bisa digunakan untuk melistriki sekitar 20 kepala keluarga dengan daya 450 VA.

PLTM Hanga-Hanga sendiri telah beroperasi sejak tahun 1987 dengan kapasitas terpasang sebesar 1.600 kiloWatt (kW). PLN memanfaatkan limpahan air dari PLTM Hanga-hanga ini untuk menghasilkan listrik kembali melalui Pikohidro dengan kapasitas 2 x 10 kW.

“Sejalan dengan semangat transformasi kami untuk terus mendorong penggunaan green energy, kami coba membuat terobosan dalam menghasilkan listrik dengan memanfaatkan potensi yang ada, salah satunya melalui pikohidro ini,” tutur Direktur Regional Bisnis Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda.

Listrik yang dihasilkan dari pikohidro ini dimanfaatkan untuk meningkatkan pasokan listrik dan digunakan juga sebagai sumber listrik untuk penerangan jalan desa di sekitar PLTM Hanga-Hanga.

Sistem kelistrikan Luwuk sendiri memiliki beban puncak sebesar 18 megawatt (MW), dimana 37% pasokan listriknya menggunakan energi terbarukan tenaga air. Listrik itu dipasok oleh yaitu PLTM Hanga-Hanga, PLTM Kalumpang, PLTM Hanga-Hanga II dan PLTM Lambangan.

Melihat potensi yang ada tersebut, PLN terus berupaya untuk mendorong penggunaan pikohidro dengan memanfaatkan air limpahan PLTM atau di daerah terpencil yang memiliki potensi air untuk dimanfaatkan dalam menghasilkan tenaga listrik.

“Kami terus melakukan eksplorasi mencari daerah-daerah yang memiliki potensi air guna menghasilkan listrik melalui pikohidro ini, khususnya daerah-daerah terpencil di Sulawesi dan Papua, termasuk di sekitar Luwuk ini,” tambah Huda.

Selain di Luwuk, sebelumnya PLN juga telah menggunakan pikohidro untuk menghasilkan listrik.

Beberapa di antaranya adalah di Taman Mudal Kulon Progo (Yogyakarta) berkapasitas 8 kW, Taman Geopark Ciletuh-Sukabumi (Jawa Barat) 4 kW, dan Kwedamban-Borme (Papua) 1 kW.

Hingga bulan Mei 2020, secara nasional kapasitas pembangkit EBT telah mencapai 7.963 MW. PLN berkomitmen untuk terus berupaya mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.

COMMENTS