KBI-KPBI Kerja Sama Repo Resi Gudang Rumput Laut dengan Asia Sejahtera Mina

KBI-KPBI Kerja Sama Repo Resi Gudang Rumput Laut dengan Asia Sejahtera Mina
Habis ke Surabaya, Presiden Jokowi Tinjau Pasar dan Pantai di Banyuwangi
Pemerintah Segera Lakukan Reformasi Sistem Perlindungan Sosial

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) melalui anak usahanya yaitu PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) melakukan kerja sama pembelian dan penjualan kembali (repo) resi gudang dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR).

Dengan perjanjian repo itu maka menunjukkan adanya gairah resi gudang komoditas rumput laut.

Instrumen resi gudang, yang merupakan dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang yang diterbitkan oleh pengelola gudang ini, artinya mulai dikerjasamakan dari pemilik resi gudang dengan korporasi lain.

Dalam kerjasama ini, KPBI melakukan pembelian atas resi gudang dari komoditas rumput laut yang dimiliki oleh Asia Sejahtera Mina , dengan ketentuan akan dilakukan pembelian kembali dalam jangka waktu tertentu.

Kerja sama yang ditandatangani di Jakarta pada 3 Juli 2020 ini, dilakukan oleh Yose Skundarisa sebagai Direktur Utama KPBI dan Agnes Kristina selaku Direktur Keuangan Asia Sejahtera Mina.

Dalam kerja sama itu, KPBI menyepakati Plafon maksimal Pembelian dan Penjualan Kembali yaitu sebesar Rp 4 miliar atas Resi Gudang Rumput Laut yang dimiliki Asia Sejahtera Mina.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama KBI, mengatakan kerja sama yang dilakukan anak usaha KBI tersebut tentu harus dilihat dari kacamata yang lebih besar, yaitu dalam upaya untuk meningkatkan ekosistem bisnis dalam Sistem Resi Gudang.

“Dan harapan kami tentunya dengan adanya kerja sama ini akan menyerap di sektor hulu dari Sistem Resi Gudang yaitu para nelayan rumput laut, serta menjadi daya tarik dimana pemilik komoditas lain tergerak untuk menempatkan komoditasnya ke dalam Sistem Resi Gudang,” ujar Fajar.

Bagi nelayan rumput laut sendiri, lanjutnya, Sistem Resi Gudang merupakan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, karena stabilitas harga akan terjaga.

KPBI merupakan anak usaha dari KBI, yang yang salah satu jenis usahanya adalah menjalankan usaha yang berkaitan dengan pengembangan jasa kliring dan/atau penjaminan transaksi pasar fisik komoditas dan Resi Gudang.

Selanjutnya, Fajar Wibhiyadi mengatakan ke depannya KBI akan terus mendorong anak usahanya yaitu KPBI untuk membuka aliansi dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait repo Resi Gudang, tidak hanya di komoditas rumput laut, tapi juga di komoditas-komoditas lain.

“Kita lihat pertumbuhan resi gudang di Indonesia cukup baik, dan mekanisme REPO ini bisa dimanfaatkan oleh para pemilik Resi Gudang untuk mendapatkan pendaanaan atas Resi Gudang yang mereka miliki.”

Selain itu, lanjutnya, KBI sebagai induk usaha KPBI akan terus mendorong kinerja anak usaha, sehingga mampu menjadi salah satu engine growth yang mendukung lini bisnis utama kami di Induk usaha, yaitu di sektor Perdagangan Berjangka Komoditi, Pasar Fisik serta Sistem Resi Gudang.

Terkait Resi Gudang Rumput laut, data dari KBI yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang menunjukkan selama tahun 2020 (Januari – Mei), tercatat penerbitan 4 resi gudang dengan volume 438.450 kg, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 192 juta.

Dibanding tahun 2019, jumlah resi gudang yang terbit sebanyak 24 resi dengan volume 1.515.340 Kg, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 10,86 juta.

Fajar Wibhiyadi memprediksi jumlah resi gudang rumput laut, ke depan akan terus tumbuh.

“Selain potensi besar rumput laut yang ada di Indonesia, masyarakat juga sudah mulai memahami manfaat dari Sistem Resi Gudang ini. Dan kami bersama pemangku kepentingan lain di sektor ini, terus melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan Resi Gudang ini kepada masyarakat”.

Asia Sejahtera Mina juga merupakan perusahaan pengolah dan produsen rumput laut yang sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham AGAR.

COMMENTS