Indonesia Sukses Terbitkan Samurai Bond Pertama 2020 di Jepang

Indonesia Sukses Terbitkan Samurai Bond Pertama 2020 di Jepang
Presiden Ajak Pelaku Usaha UKM Tetap Optimis Hadapi Pandemi
Indonesia dan APO Sepakat Alokasikan Surplus $2,5 Juta untuk Lawan Covid-19

Indonesia sukses terbitkan obligasi denominasi yen (Samurai Bond) perdana di pasar keuangan Jepang tahun ini, yaitu senilai 100 miliar yen, atau setara Rp 13,4 triliun.

“Transaksi ini merupakan momentum yang menumbuhkan kepercayaan pasar Jepang dan potensial untuk diikuti oleh penerbitan obligasi lainnya di pasar Jepang,” tulis rilis dari Direktorat Surat Utang Negara, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pagi ini 3 Juli 2020.

Dana hasil penerbitan Samurai Bonds ini akan digunakan
sebagai pembiayaan defisit APBN, termasuk untuk upaya penanggulangan dan pemulihan pandemi Covid-19.

Samurai Bond adalah obligasi denominasi yen Jepang yang diterbitkan oleh perusahaan atau negara non-Jepang di pasar keuangan Negeri Sakura dan diserap oleh investor setempat.

Samurai Bond terbitan Indonesia tersebut dilakukan melalui lima seri yaitu RIJPY0723, RIJPY0725, RIJPY0727, RIJPY0730 dan RIJPY0740 dengan masing-masin tenor 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun.

Detail Penerbitan Samurai Bond Pertama Indonesia pada 2020

Yield penerbitan adalah suku bunga yen swap offer (YSO) ditambah premium 110 basis poin (YSO+110), 5 tahun pada YSO+130, 7 tahun pada YSO+140, 10 tahun pada YSO+145, dan 20 tahun pada YSO+143.

Investor yang membeli Samurai Bonds terdiri dari bank (18,6%), asuransi jiwa (7,0%), asuransi properti (1,6%), manajer investasi (29,1%), bank pembangunan daerah (regional banks) (6,7%), dana pensiun (2,5%) dan
investor lainnya (34,5%).

Joint Lead Arrangers dalam transaksi ini adalah Daiwa Securities Co. Ltd., Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co., Ltd., Nomura Securities Co., Ltd., dan SMBC Nikko Securities Inc.

COMMENTS