Jelang New Normal: Jadi Masa Transisi, Ini Tiga Tahap PSBB Jakarta Sepanjang Juni

Jelang New Normal: Jadi Masa Transisi, Ini Tiga Tahap PSBB Jakarta Sepanjang Juni
Kemenhub Bantah Akan Pajaki Sepeda
Ini Pedoman Sanksi BKN untuk ASN yang Mudik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di Jakarta diperpanjang. Dan menetapkan Bulan Juni ini sebagai masa transisi,” ujarnya, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, kutip Tribunnews.com Kamis (4/6/2020).

Anies Baswedan juga membeberkan jadwal pembukaan transisi fase I, berikut ini rincian lengkapnya:

Pekan Pertama (5 Juni)

  • Kegiatan ibadah rutin di tempat ibadah;
  • Fasilitas olahraga outdoor;
  • Kegiatan ibadah berkelompok kecil (kurang dari 25 orang);
  • Mobilitas kendaraan pribadi (sepeda motor dan mobil berpenumpang 1 Kartu Keluarga (KK) sudah dapat 100%);
  • Mobilitas angkutan umum massal;
  • Taksi (konvensional dan online);

Pekan Kedua

8 Juni

  • Ojek (online dan pangkalan).
  • Perkantoran;
  • Rumah makan (mandiri);
  • Perindustrian;
  • Pergudangan;
  • Pertokoan/retail/showroom (berdiri sendiri);
  • Layanan pendukung (benggkel, servis, fotokopi, dll);
  • Museum, galeri;
  • Perpustakaan;

13 Juni

  • UMKM binaan Pemprov (Lokasi binaan/sementara);
  • Taman, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA);
  • Pantai;

Pekan Ketiga

15 Juni

  • Pasar, pusat perbelanjaan, mal (non pangan);

20 Juni

  • Taman rekreasi indoor;
  • Taman rekreasi outdoor;
  • Kebun binatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan angka reproduksi (Rt) Covid-19 di Ibu Kota, kian rendah mencapai 0,99. Angka ini dianggap baik karena potensi penularan virus Covid-19 yang terjadi antar-pribadi masyarakat juga semakin rendah.

“Alhamdulillah angkanya turun terus dan sampai per hari kemarin (Rabu 3/6/2020) nilai Rt di Jakarta ada di angka 0,99,” katanya.

Menurut dia, Rt Covid-19 saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis dibanding Maret 2020 lalu. Pada Maret lalu nilai Rt berada di posisi angka empat, sehingga tingkat penularan Covid-19 yang terjadi di masyarakat cukup pesat.

Namun pada pertengahan Maret 2020, DKI mulai melakukan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat.

Misalnya, menutup sekolah, tempat pariwisata, meniadakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), menutup kantor, dan sebagainya.

“Mulai 16 Maret sekolah ditutup, work from home (bekerja dari rumah) dimulai dan seluruh fasilitas publik ditutup. Lalu apa yang terjadi? Mengalami penurunan yang sangat drastis,” ungkapnya.

Kata dia, pembatasan aktivitas tersebut dilakukan sebelum DKI mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat 10 April 2020 sampai 23 April.

Kemudian, dilanjutkan PSBB fase kedua selama 28 hari dari 23 April sampai 22 Mei 2020.

Terakhir, fase ketiga PSBB yang dimulai dari 22 Mei sampai 4 Juni 2020.

“Angka yang paling drastis turunnya adalah di masa Bulan Maret dan April. Ini artinya kerja bersama seluruh penduduk DKI Jakarta,” tuturnya.

Dia menjelaskan, bila skor Rt berada di poin empat, maka satu orang yang terjangkit Covid-19 dapat menularkan kepada empat orang. Sementara, bila skor Rt berada di poin satu, berarti satu orang dapat menularkan kepada satu orang lainnya.

“Bila di bawah satu, artinya sudah tidak menularkan. Atau dengan kata lain selama nilai Rt di atas satu maka wabah bisa terus berkembang. Tapi kalau Rt di bawah satu wabah ini sudah terkendali,” jelasnya.

COMMENTS