Jelang New Normal: Sektor Konstruksi Diprediksi Paling Cepat Pulih

Jelang New Normal: Sektor Konstruksi Diprediksi Paling Cepat Pulih
Pergerakan Penumpang di 19 Bandara AP II Tembus 2 Juta Orang
Investasi Rp 1,52 M, PLN Sambungkan Listrik ke Padingkian-Banggai Laut

Pelaku industri konstruksi meyakini industri konstruksi sebagai industri yang bakal paling cepat pulih saat mulai diberlakukannya new normal. Alasannya, industri satu ini begitu dibutuhkan oleh berbagai sektor bisnis lainnya serta kontribusinya terhadap ekonomi pun cukup tinggi.

“Kebutuhan infrastruktur dan kontribusinya terhadap ekonomi membuat industri ini akan recover paling cepat,” kata Kepala Divisi Perencanaan Strategis & Teknologi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) Budi Suanda dalam telekonferensi, kutip Detikcom Jumat (12/6/2020).

Optimisme Budi ditariknya dari pengalaman masa lalu, saat Indonesia mengalami krisis, industri ini menjadi industri yang paling cepat pulih dibanding industri lainnya.

“Sesuai juga dengan kejadian masa lalu, setelah krisis, dia termasuk industri yang paling cepat,” sambungnya.

Meski begitu, ada saja tantangan yang tetap menjadi perhatian bagi industri tersebut. Salah satunya, industri ini tidak bisa langsung beralih kepada sistem kerja digital seperti yang sudah diterapkan industri lainnya.

“New normal itu tetap menuntut peralihan ke digital, namun di industri konstruksi itu memiliki low digital culture, ini menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Hal lain yang juga menjadi tantangan bagi industri ini adalah risiko penularannya lebih besar dibanding industri lainnya. “Industri konstruksi ini adalah termasuk yang cukup tinggi ya terinfeksi, karena orangnya banyak,” tambahnya.

Terakhir mengenai biaya, industri ini juga terkendala masalah biaya. Bila saat new normal nanti, permintaan belum juga pulih, dan industri tetap memproduksi, maka ada pemborosan dari sisi biaya usaha.

“Lalu ketika kita terbiasa produksi barang tertentu, tapi terjadi penurunan (permintaan) yang signifikan maka yang jadi problem adalah biaya usaha,” pungkasnya.

Saat ini, PTPP merupakan satu dari beberapa BUMN yang sahamnya tercatat di bursa bersama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), beserta beberapa anak usahanya.

COMMENTS