Di Tengah Pandemi, Sulteng Siap Ekspor 300 kg Ikan Tuna

Di Tengah Pandemi, Sulteng Siap Ekspor 300 kg Ikan Tuna
Potensi Natuna
KKP Godok Aturan Pelaksana UU CK Sektor Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan ikan tuna sirip kuning asal Sulawesi Tengah (Sulteng) siap diekspor ke Jepang.

Hal itu ia sampaikan setelah melakukan pemeriksaan produk perikanan di Kabpaten Parigi Moutong (Parimo) di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

“Setelah dilakukan pemeriksaan semuanya aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan produk ikan di Sulteng khususnya tuna bisa untuk diekspor,” kata Edhy usai melakukan pengecekan langsung di Kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palu, kutip Detikcom pada Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, pandemi COVID-19 memang belum usai, tetapi hal itu tidak otomatis menurunkan permintaan dunia akan komoditas perikanan Indonesia.

“Ekspor perdana Sulteng akan berlangsung pada 12 Juni 2020 dengan jumlah 300 kg, yang dikirim melalui via udara,” ucapnya.

Diketahui bahwa Sulteng memiliki 5 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni WPP 713 (Selat Makasar), WPP 714 (Selat Tolo), WPP 715 (Teluk Tomini), WPP 716 (Laut Sulawesi), dan WPP Perairan Darat (WPP-PD 421) Pulau Sulawesi.

“Kelebihan sektor kelautan dan perikanan daerah yang potensial menjadi satu-satunya provinsi (di Indonesia) yang dikelilingi 4 WPP, dan ini merupakan kesempatan bagi daerah,” ungkap Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Pada kesempatan yang sama, Edhy dan Longki juga menyerahkan sertifikat penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (HACCP) bagi pengolah ikan dan sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB).

COMMENTS