BPS: Neraca Dagang Surplus US$ 2,1 M, Kontraksi Impor Lebih Dalam dari Ekspor

BPS: Neraca Dagang Surplus US$ 2,1 M, Kontraksi Impor Lebih Dalam dari Ekspor
Transaksi Berjalan Berhasil Surplus Setelah 9 tahun Defisit, Bye CAD!
Neraca Dagang Oktober Surplus US$ 3 M, Lebih Besar Daripada Prediksi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 2,1 miliar. Terciptanya surplus tersebut kurang menggembirakan karena mayoritas disumbang oleh penurunan impor 42,2% yang lebih dalam daripada kontraksi ekspor yang turun 28,9%.

“Ekspor kita mengalami pertumbuhan negatif baik untuk industri pengolahan, pertanian dan pertambangan. Impor turun curam baik karena barang konsumsi dan bahan baku dan barang modal,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, kutip merdeka.com Senin (15/6).

Sepanjang Mei 2020, Neraca dagang tersebut disumbang oleh ekspor sebesar US$ 10,53 miliar dan impor sebesar US$ 8,44 miliar. Ekspor pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 11,40%.

“Kalau dibandingkan pada posisi April 2020 maka nilai total ekspor pada mei 2020 mengalami penurunan 11,40% dan bisa dilihat bahwa selama April ke Mei ekspor migas mengalami kenaikan tetapi sebaliknya ekspor non migasnya turun,” jelasnya..

Sementara itu, nilai impor pada Mei 2020 mencapai US$ 8,44 miliar turun sebesar 32,65% dibanding April 2020. Penurunan ini disebabkan penurunan impor migas sebesar 23,04%.

“Non migasnya mengalami penurunan yang cukup dalam 33,36%. Total nilai impor pada Mei 2020 kalau dibandingkan pada Mei 2019 menunjukkan pada bulan Mei 2020 ini menurun tajam sekali yaitu 42,20%. Dengan catatan impor migasnya hampir 70% sementara impor migasnya mengalami penurnan 37, 34%,” tandasnya.

COMMENTS