RUPS, WIKA Bagi Dividen Rp 457 M dan Rombak Direksi-Komisaris

RUPS, WIKA Bagi Dividen Rp 457 M dan Rombak Direksi-Komisaris
Gandeng Ojol dan PT Pos, Lumbung Pangan Jatim Akan Jangkau 28 Daerah
Baru 3 Hari, Program Diskon Tambah Daya PLN Diminati Belasan Ribu Pelanggan

Salah satu BUMN karya yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membagikan bagi hasil keuntungan bersih (dividen) senilai Rp 457 miliar kepada pemegang sahamnya, setara dengan Rp 50,955/saham atau 20% dari total laba bersih.

Keputusan pembagian dividen tersebut merupakan salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Jakarta, Senin (8/6).

Sementara itu, keputusan agenda ke-3 dari RUPST tersebut juga termasuk alokasi 80% dari laba bersih tahun lalu perseroan ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

RUPST berlangsung dengan tetap mengacu pada protokol pencegahan Covid-19 di antaranya melakukan pengukuran suhu badan, penyediaan hand sanitizer dan pemberlakuan physical distancing.

Secara total, rapat tersebut membahas sembilan mata acara yaitu:

  1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2019 termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2019;
  2. Persetujuan dan Pengesahan Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2019;
  3. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2019;
  4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2020 dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2020;
  5. Penetapan Tantiem Tahun 2019, Gaji/Honorarium serta Tunjangan dan/atau Fasilitas lainnya untuk Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Tahun 2020;
  6. Pengesahan Laporan Realisasi Penggunaan Tambahan Dana Penyertaan Modal Negara sampai dengan Tahun Buku 2019 dan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum melalui Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I Perseroan;
  7. Persetujuan Pengukuhan Peraturan Menteri BUMN Republik Indonesia Nomor PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara (“Permen BUMN 08/2019);
  8. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan;
  9. Menyetujui Perubahan Pengurus Perseroan

Kemudian pada mata acara ke-9, RUPST menyetujui usulan perubahan pengurusan Perseroan dengan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru.

Tumiyana yang menjadi pucuk pimpinan di perusahaan ini digantikan oleh Agung Budi Waskito yang sebelumnya adalah Direktur. Selain itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mengganti direksi lainnya, seperti Bambang Pramujo dan Danu Prijambodo.

Di sisi komisaris, terdapat nama baru seperti Jarot Widyoko yang menggantikan Imam Sanntoso di posisi komisaris utama. Di jabatan ini juga terdapat nama baru seperti Firdaus Ali, Satya Bhakti Parikesit, Adityawarman dan Harris Arthur Hedar.

Selengkapnya posisi direksi dan komisaris perusahaan adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Edy Sudarmanto
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo

Sedangkan jajaran Direksi adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Ade Wahyu
Direktur Quality,
Health, Safety
and Environment : Rudy Hartono
Direktur Human Capital
dan Pengembangan : Mursyid
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Operasi III : Sugeng Rochadi

Order Book WIKA Capai Rp80,68 triliun
Kepengurusan baru ini diharapkan semakin memperkuat posisi WIKA terutama untuk memastikan keberlangsungan bisnisnya di tengah tantangan penyebaran Covid-19. Hingga April 2020, WIKA telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp2,83 triliun.

Dari dana itu, yang mana sebagian besarnya disumbangkan oleh sektor Industri dan disusul dengan Infrastruktur & Building, Property, dan didukung pula oleh sektor Energy dan Industrial Plant.

Sementara itu, dari segi ownership, mayoritas dari kontrak baru tersebut berasal dari swasta, disusul dengan pemerintah dan sebagiannya lagi merupakan buah dari sinergi BUMN.

“Dengan kontrak baru tersebut, WIKA kini telah memiliki kontrak dihadapi sebesar Rp80,68 triliun. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk bisa menjawab kepercayaan yang diberikan oleh publik dengan strategi yang tepat,” terang Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan.

Konsisten Bantu Penanggulangan Penyebaran Covid-19
Komitmen WIKA untuk menjawab kepercayaan publik juga diwujudkan dengan peran aktif perusahaan dalam penanggulangan penyebaran Covid-19.

WIKA Group menjadi yang terdepan dalam membangun berbagai fasilitas kesehatan di antaranya RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Fasilitas Observasi dan Karantina di Pulau Galang, Batam, dan pembangunan serta renovasi sejumlah fasilitas Kesehatan di DKI Jakarta maupun daerah lainnya di Indonesia.

WIKA yang juga bertindak sebagai Koordinator Satuan Gugus Tugas (Satgas) BUMN Jakarta Timur juga secara konsisten terlibat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan berbagai jenis bantuan.

Alat pelindung diri yakni hazmat suit, masker beserta peralatan Kesehatan lain telah berhasil disalurkan untuk membantu tenaga medis di sejumlah RS di DKI Jakarta termasuk Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Rumah Sakit Columbia Pulomas, Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, dan RSUD Fatmawati.

Selain itu, WIKA juga turut mendorong gaya hidup bersih dan sehat melalui penyemprotan disinfektan dan menyediakan sarana cuci tangan yang dapat dijumpai di sejumlah titik strategis Jakarta.

Bagi masyarakat terdampak, WIKA juga bergabung dengan BUMN lainnya, turut serta mendukung beroperasinya Posko Masak di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

Posko ini mampu memproduksi sampai 2.000 paket nasi setiap harinya untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan pun menjangkau berbagai titik baik di luar DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, NTB, dan Kalimantan Timur.

Untuk aktivitas CSR, bantuan yang telah WIKA keluarkan secara total mencapai Rp3,14 Miliar. Bantuan masih akan terus bergulir sebagai wujud kehadiran WIKA di tengah masyarakat dan bersama-sama melewati masa sulit seperti saat ini.

COMMENTS