Sudah 1,02 juta Nasabah Bank Ajukan Keringanan Kredit Senilai Rp 207,2 T

Sudah 1,02 juta Nasabah Bank Ajukan Keringanan Kredit Senilai Rp 207,2 T
Presiden: Seluruh Bansos Harus Sudah Dibagikan Pekan Ini
Sri Mulyani: Pemerintah Saat ini Fokus pada Kesehatan, Bantuan Sosial, dan Dunia Usaha

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan sebanyak 1,02 juta nasabah bank yang terdampak virus Corona sudah memperoleh restrukturisasi kredit atau keringanan cicilan. Dari total debitur tersebut, nilai restrukturisasi kreditnya mencapai Rp 207,2 triliun.

Kemudian, Wimboh juga membeberkan sudah 819.923 pelaku UMKM memperoleh restrukturisasi kredit senilai Rp 99,36 triliun dari perbankan. Sementara untuk non-bank debitur yang memperoleh keringanan cicilan mencapai 735.111 dengan nilai Rp 28,13 triliun.

“Semua masih berjalan, jadi masih terus dinamis,” kata Wimboh dalam rapat kerja gabungan dengan Komisi XI, Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), dan LPS, kutip Detikcom, Rabu (6/5/2020).

Adapun bentuk restrukturisasinya menurut Wimboh tidak bisa disamakan. Pasalnya, setiap debitur memiliki kondisi yang berbeda di tengah pandemi virus Corona ini.

Baca juga: Jumlah Tabungan di ‘Bank Warung’ BRI Tembus Rp 8,24 T
“Kenapa ini tidak bisa dispesifikasikan detail diseragamkan karena masing-masing debitur itu beda-beda situasinya. Ada yang debitur kreditnya tinggal 3-6 bulan. Apalagi kredit motor ini kan tidak terlalu lama, bahkan ada yang sudah mau lunas. Dan juga kredit-kredit modal kerja untuk UMKM. Ini sangat beda,” terang Wimboh.

Dalam implementasi pemberian restrukturisasi ini menurut Wimboh sudah tak ada masalah lagi. Pasalnya, OJK sendiri sudah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) terkait kriteria debitur yang bisa memperoleh restrukturisasi. Selain itu, masing-masing lembaga keuangan juga sudah memberikan keterangan lengkap kepada para nasabah tentang tata cara mendapatkan keringanan cicilan tersebut.

“So far sudah tidak ada masalah karena juknis sudah kita buat dan dikomunikasikan secara luas. Jadi kalau ada 1-2 tentunya segera kita tackle. Bahkan terjadi beberapa terutama di lembaga pembiayaan menerjemahkan statement Bapak Presiden,” pungkas Wimboh.

COMMENTS