Sri Mulyani: Pemerintah Saat ini Fokus pada Kesehatan, Bantuan Sosial, dan Dunia Usaha

Sri Mulyani: Pemerintah Saat ini Fokus pada Kesehatan, Bantuan Sosial, dan Dunia Usaha
Mulai 1 Juli 2020, Pajak Netflix, Google, dan Zoom Akan Segera Ditarik
Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Dana Negara Rp 30 T Diparkir di Bank Himbara

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan (Menkeu) menyatakan bahwa Pemerintah berfokus kepada tiga hal untuk menangani Covid-19 beserta dampaknya. Ketiga hal tersebut meliputi aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat, pemberian social safety net kepada masyakat terdampak Covid-19, serta menjaga keberlangsungan dunia usaha.

“Yang pertama masalah kesehatan masyarakat dan keselamatannya. Kita akan melihat terus dari anggaran yang dialokasikan, berapa (anggaran yang) sudah dilakukan dari sisi percepatan penggunaannya dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Menkeu dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BI, OJK dan LPS secara virtual pada Rabu (6/5).

Berikutnya, Menkeu menyebut bahwa fokus Pemerintah yang kedua yaitu social safety net dengan pemberian Bantuan Sosial (bansos) oleh Pemerintah kepada masyarakat secara meluas.

Bansos ini diharapkan mampu meng-cover masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya setidaknya hingga 3 bulan, atau bisa sampai 6 hingga 9 bulan. Sri Mulyani juga berharap pemberian bansos ini akan cukup memberikan bantalan sosial.

“Saya sebutkan bantalan sosial karena ini tidak berarti men-subtitusi angka konsumsi yang nilainya bisa mencapai Rp5.000 triliun terutama di Jawa dan Jabodetabek. Namun itu tentu bisa mengurangi terutama mereka yang mengalami dampak dalam PHK dan kehilangan pekerjaan,” lanjutnya.

Lalu, yang ketiga, Menkeu menyebutkan bahwa fokus Pemerintah di masa pandemi ini adalah dalam menjaga keberlangsungan dunia usaha.

Pada masa seperti saat ini, tidak dipungkiri bahwa dunia usaha menerima pukulan yang sangat berat karena penurunan permintaan sebagai imbas adanya pembatasan sosial berskala besar.

Dalam kesempatan tersebut, salah satunya yang disebutkan Menkeu adalah pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“UMKM mungkin sudah kita cover dengan policy kemarin pembebasan dari cicilan utang dan memberikan subsidi bunga dan sekarang fokus pemerintah adalah kebutuhan modal kerja,” jelasnya.

Hingga hari ini, Menkeu menyampaikan bahwa Pemerintah masih dalam proses mengkaji seberapa besar kebutuhan modal kerja bagi UMKM.

“Modal kerja tersebut disebutnya dibutuhkan di dalam rangka untuk menyambung hidup dan bertahan bagi UMKM,” ucap Menkeu.

Selain itu, Menkeu memberikan perhatian bahwa UMKM memang tidak membayar cicilan karena sudah mendapatkan insentif sebelumnya.

“Namun mereka tidak bisa memiliki kemampuan untuk bertahan di tengah situasi pandemi yang masih terus berlangsung,” urainya.

COMMENTS