Sebanyak 90% Insentif Kartu Pra Kerja Digunakan Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sebanyak 90% Insentif Kartu Pra Kerja Digunakan Untuk Kebutuhan Sehari-hari
Pandemi Tidak Menjadi Penghalang untuk Tetap Berkreasi
Pemerintah Pastikan Label Halal dan Layak Edar untuk Vaksin Covid-19

Insentif program Kartu Pra Kerja sudah cair untuk 300.000 peserta. Menurut hasil survei, uang tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membayar utang.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menjelaskan, dari hasil survei diketahui bahwa 90% insentif digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan hingga ongkos transportasi.

“Yang sesuai dengan survei kami menunjukkan bahwa 90% itu adalah untuk membeli atau memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata dia dalam diskusi online yang tayang di saluran YouTube Indef, Selasa (19/5/2020).
Baca juga: Insentif Kartu Pra Kerja Rp 600.000 Belum Cair, Apa Penyebabnya?

Alokasi terbesar kedua dari dana Rp 600.000 itu digunakan untuk modal usaha. Menurut laporan yang dia terima, peserta yang telah menuntaskan pelatihan sudah mulai berjualan beragam produk.

“Yang kedua terbesar itu adalah 25% untuk modal usaha, jadi tadi kewirausahaan karena kami juga mendengar banyak yang sudah jualan, jualan kue, jualan puding, jualan macam-macam,” jelasnya.

Baca juga: Seperti Apa Rasanya Ikut Program Kartu Pra Kerja?
Lanjut dia, dana yang digunakan untuk menabung sebesar 23%, dan untuk membayar kredit atau utang yaitu 16%. Di dalam survei tersebut, masing-masing peserta bisa memilih lebih dari satu jawaban.

“Jadi itulah, karena mereka bisa memilih lebih dari satu. Jadi ternyata yang paling dominan 90,9% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

COMMENTS