Presiden Jokowi Minta Data Penerima Bantuan Sosial Dibuka secara Transparan

Presiden Jokowi Minta Data Penerima Bantuan Sosial Dibuka secara Transparan
Pemerintah Susun 4 Protokol Kesehatan Cegah Klaster Keluarga
Instruksi dan Anjuran NU Terkait Wabah Virus Corona

Dalam rapat terbatas melalui video conference, Senin (4/5/2020) Presiden Joko Widodo meminta data penerima bantuan sosial (Bansos) dibuka secara transparan.

Hal tersebut dimaksudkan agar tidak menimbulkan kecurigaan dalam proses penyaluran Bansos ke masyarakat.

“Saya juga minta agar data penerima Bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat kriterianya apa, jenis bantuannya apa sehingga jelas. Tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa segera membuat koreksi di lapangan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta jajarannya di tingkat pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah mulai dari provinsi hingga tingkat desa dalam proses penyaluran Bansos.

Jokowi mengatakan penyaluran Bansos dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Maka dari itu, ia meminta penyalurannya tidak tumpang tindih sehingga seluruh masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkannya.

“Terakhir saya minta dibuat hotline pengaduan sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan (penyaluran Bansos) bisa kita bisa ketahui secara cepat,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengakui ada permasalahan dalam penyaluran Bansos.

Muhadjir meminta masyarakat untuk bersabar apabila masih ada kendala di lapangan saat penyaluran Bansos. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah telah berusaha keras untuk memberikan bansos-bansos tersebut tepat sasaran dan merata.

“Kami mohon kesabarannya kepada masyarakat, kalau di lapangan masih ada kendala-kendala, masih ada masalah-masalah, mohon dimaklumi,” tutur Muhadjir dalam video konferensi yang digelar Kamis (30/4/2020).

Berdasarkan pernyataannya, beberapa kendala yang ditemui berkaitan dengan masalah data yang bersumber dari bawah dalam hal ini tingkat RT/RW.

“Bahwa kami telah berusaha keras, karena ini berkaitan dengan masalah data yang itu sebelumnya juga dari bawah,” tegasnya.

COMMENTS