Pemerintah Akan Beri Stimulus Kelas Menengah Rp 25 T pada Kuartal III-IV

Pemerintah Akan Beri Stimulus Kelas Menengah Rp 25 T pada Kuartal III-IV
Kebijakan Baru OJK: Bank Diperbolehkan Restrukturisasi Kredit
OJK Kembali Menutup 15 Investasi Bodong, Ini Daftarnya

Pemerintah terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi dalam negeri yang tertekan akibat pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan dan stimulus dikeluarkan untuk membantu masyarakat yang terdampak terutama kelas bawah seperti UMKM dan pelaku usaha.

Namun, sejauh ini stimulus untuk kelas menengah masih belum nampak diberikan pemerintah. Dari paket tiga pake stimulus yang diberikan pemerintah semua menyasar pada UMKM, ultra mikro hingga pelaku usaha.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan insentif bagi kelas menengah. Namun, tidak akan diberikan saat ini melainkan pada kuartal III dan IV saat ekonomi mulai pulih.

Menurutnya, saat perekonomian mulai bergerak di kuartal II sesuai perkiraan maka pemerintah memperluas stimulus, terutama untuk meningkatkan konsumsi masyarakat yang menjadi penopang utama perekonomian Indonesia.

Stimulus tersebut nantinya untuk penguatan aggregate demand yakni dukungan untuk sektor pariwisata berupa voucher makan. Untuk stimulus ini pemerintah telah menyiapkan Rp 25 triliun.

“Ke depan mulai memikirkan untuk perluasan stimulus konsumsi kelas menengah, terutama akan sangat diperlukan kalau kuartal III akan ada pergerakan ekonomi, apalagi di kuartal IV,” ujarnya melalui teleconference, Rabu (13/5/2020).

Stimulus berupa insentif ini akan diberikan berbarengan dengan stimulus jilid I yang disasar untuk sektor pariwisata yang dianggarkan Rp 3,8 triliun. Untuk sektor ini akan diberikan berupa diskon tiket pesawat ke destinasi wisata dan insentif pajak hotel/restoran.

“Kalau kuartal III nanti sudah nggak sabar jalan-jalan, nanti sudah ada niat jalan-jalan, akan dibuat stimulus pariwisata, restoran, dan transportasi. Mudah-mudahan terlihat di kuartal III dan IV untuk mendorong konsumsi,” kata dia.

COMMENTS