Lawan Covid-19: Perusahaan Indonesia Ini Siap Produksi Obat dan Vaksin Corona

Lawan Covid-19: Perusahaan Indonesia Ini Siap Produksi Obat dan Vaksin Corona
Fasilitas Penanganan COVID-19 di Pulau Galang Telah Selesai Dibangun dan Siap Beroperasi
Komite Covid-19 dan PEN Siapkan Protokol Pelaksanaan Vaksinasi

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan segera memproduksi obat dan vaksin untuk Covid-19. Untuk memproduksi ini perusahaan akan bekerja sama dengan beberapa partner dari luar negeri, salah satunya yang tengah dalam penjajakan adalah perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Genexine.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kerja sama tersebut dalam dirampungkan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

“Bahwa saat ini perusahaan dalam tahap penjajakan untuk melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan beberapa perusahaan multinasional dari luar negeri (salah satunya Genexine). Ada beberapa calon produk yang direncanakan untuk penanganan virus corona (Covid-19) dan virus lainnya,” tulis Lukito Kurniawan Gozali, Corporate Secretary Kalbe Farma, kutip CNBC Indonesia Jumat (22/5/2020).

“Jenis produk dapat berupa vaksin atau obat-obatan yang mempunyai peluang untuk menyembuhkan pasien virus corona. Diharapkan proposal kolaborasi dan kerja sama dapat dilakukan dalam 1-2 bulan ke depan,” lanjutnya.

Hingga saat ini di dunia masih belum ada perusahaan yang berhasil menemukan vaksin ataupun obat untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Obat-obatan yang digunakan selama ini merupakan obat penyakit lain yang.

Di Amerika Serikat, pekan ini juga datang kabar positif dari Moderna Inc, raksasa farmasi dan salah satu perusahaan publik di Bursa Nasdaq yang berhasil melakukan uji coba vaksin corona.

Moderna Inc mengungkapkan bahwa vaksin Covid-19 eksperimentalnya yang pertama kali diuji di AS telah terbukti menghasilkan antibodi pelindung pada sekelompok kecil sukarelawan sehat.

Perusahaan mengatakan, data tersebut berasal dari delapan orang di antara 45 subjek yang mengambil bagian dalam uji coba keselamatan vaksin yang dimulai pada bulan Maret. Ini berarti, dari semua (45 orang) subjek, perusahaan tidak mengungkapkan hasil dari 37 peserta uji coba lainnya.

COMMENTS