Lawan Covid-19: Ini Tiga Skema Relaksasi Bagi Nasabah Pegadaian

Lawan Covid-19: Ini Tiga Skema Relaksasi Bagi Nasabah Pegadaian
Kementerian Pertahanan Jepang Kunjungi PT PAL, Buka Peluang Kerja Sama
Bank Indonesia: Panik Covid-19 Mulai Mereda, Rupiah dan IHSG Perkasa

PT Pegadaian (Persero) memberikan sejumlah relaksasi untuk nasabahnya di masa pandemi saat ini. Relaksasi yang diberikan berupa penurunan bunga hingga restrukturisasi sesuai dengan kriteria nasabahnya.

Corporate Secretary Pegadaian Amoeng Widodo mengatakan respons yang diberikan regulator kepada Pegadaian baru keluar belakangan dibandingkan untuk industri bank. Untuk itu Pegadaian mengeluarkan kebijakan sendiri untuk memberikan relaksasi kepada nasabahnya.

“Ada kebijakan stimulus nasabah non-gadai. Jadi seperti nasabah mikro dan fidusia yang memberikan jaminan BPKB, sifatnya pembiayaan yang jaminannya bukan gadai, kita restrukturisasi. Ada ketentuannya, baru disetujui,” kata Amoeng dalam video conference, kutip CNBC Indonesia Kamis (14/5/2020).

Restrukturisasi yang diberikan kepada nasabah non-gadai ini berupa penundaan angsuran dan pembebasan denda keterlambatan. Selain itu, nasabah ini juga mendapatkan fasilitas penurunan bunga cicilan jika terjadi keterlambatan pembayaran.

Sedangkan untuk nasabah produk gadai, Pegadaian memberikan jangka waktu yang lebih panjang untuk melakukan lelang jaminan gadai. Jangka waktu yang diberikan sebanyak 30 hari dari waktu jatuh tempo sebelum lelang dilakukan.

Kemudian, untuk nasabah gadai dengan nilai pinjaman di bawah Rp 1 juta diberikan keringanan bunga 0% selama tiga bulan, Mei hingga Juli.

Saat ini, Pegadaian sedang mengajukan fasilitas subsidi nasabah ke Kementerian Keuangan senilai Rp 5,1 triliun. Fasilitas ini akan diberikan kepada nasabah gadai dan non-gadai perseroan dengan skema yang ditetapkan pemerintah.

Amoeng mengatakan fasilitas tersebut berupa keringanan bunga sebesar 6% di tiga bulan pertama dan 3% pada bulan berikutnya.

“… Yang saya tahu usulan saya [Pegadaian] Rp 5,1 triliun. Artinya itu usulan kita ke kementerian, persetujuannya belum ada,” kata Amoeng.

COMMENTS