Tanggapi Video Driver Taxi Online yang Viral, OJK Rilis Keterangan Terkait Leasing

OJK Kembali Menutup 15 Investasi Bodong, Ini Daftarnya
OJK: Pengajuan Keringanan Pembiayaan Bisa Dilakukan Tanpa Perlu Datang Langsung

Hingga saat ini, OJK masih mendapat keluhan terkait maraknya debt collector yang menemui masyarakat, khususnya yang terkait dengan pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan/multifinance (leasing).

Keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah masyarakat lewat-email atau telepon call center OJK.

Untuk menanggapi masalah tersebut, OJK menegaskan dan meminta kerjasama nasabah/debitur dan bank/perusahaan pembiayaan sebagai berikut:

  1. Keringanan cicilan pembayaran kredit/leasing tidak otomatis, debitur/nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank/leasing
  2. Bank/Leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka memberikan keringanan kepada nasabah/debitur
  3. Keringanan cicilan pembayaran kredit/pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan 1 tahun, bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara dan/atau lainnya sesuai kesepakatan baru.
  4. Penarikan kendaraan/jaminan kredit bagi debitur yang sudah macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak Covid-19, dapat dilakukan sepanjang bank/perusahaan pembiayaan melakukannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
  5. Menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid 19 seperti, pekerja disektor informal atau pekerja berpenghasilan harian. Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang diperjanjikan.

Sepekan lalu, OJK telah memanggil perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online seperti GOJEK dan GRAB untuk memberikan data pengemudi serta data kendaraannya (nomor mesin dan nomor rangka).

Hal tersebut juga berlaku untuk perusahaan rental kendaraan yang mempekerjakan pengemudinya dengan meminjam melalui perusahaan pembiayaan.

OJK meminta kerjasama dengan perusahaan tersebut guna memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan yang dimaksud.

Hal ini dilakukan setelah video pengemudi online yg akan ditarik kendaraannya menjadi viral.

Menanggapi itu, OJK telah melakukan pengecekan bahwa yang bersangkutan meminjam/melalukan cicilan dari perusahaan jasa rental kendaraan yang merupakan bukan Lembaga Jasa Keuangan dibawah pengawasan OJK.

Perusahaan tersebut adalah mitra kerja dari perusahaan yg mempekerjakan pengemudi online.

OJK akan memanggil perusahaan online maupun perusahaan jasa rental kendaraan yang melakukan kegiatan leasing untuk mengklarifikasi video yg viral tersebut.

COMMENTS