Pemerintah Resmi Terapkan Larangan Mudik Lebaran 2020 karena Pandemi COVID-19

Presiden Jokowi Tegaskan Hingga Saat Ini Tidak Ada Pelonggaran PSBB
Pemerintah: Batas Tertinggi Biaya Pemeriksaan Swab Mandiri Rp 900.000

Pemerintah telah resmi menetapkan larangan mudik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan guna mencegah mobilitas penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya yang bisa meningkatkan risiko penyebaran Covid-19.

Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas yang membahas soal tindak lanjut pembahasan antisipasi mudik lewat telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2020.

“Setelah larangan mudik bagi ASN, TNI-Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu-minggu yang lalu, pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang,” ucapnya.

Sebelumnya, larangan mudik atau melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi para ASN, TNI-Polri, serta pegawai BUMN dan anak perusahaannya telah ditetapkan oleh pemerintah sejak Kamis, 9 April 2020.

Dalam arahan Presiden pada rapat terbatas ini, Presiden Jokowi meminta jajaran terkait untuk segera melakukan persiapan mengenai kebijakan tersebut.

“Saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini mulai disiapkan,” tegasnya.

Perlu diketahui, keputusan terbaru terkait larangan mudik ini diambil setelah perolehan hasil sejumlah kajian dan pendalaman di lapangan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, disimpulkan bahwa terdapat 68 persen responden yang menetapkan untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19. Akan tetapi, masih terdapat 24 persen yang bersikeras untuk tetap mudik, dan 7 persen yang telah mudik ke daerah tujuan.

“Artinya masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24 persen tadi,” ujar Presiden.

Keputusan larangan mudik ini juga dilakukan setelah pemerintah mulai memberikan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah DKI Jakarta yang akan diteruskan untuk masyarakat menengah ke bawah di wilayah Bodetabek.

“Bansos sudah mulai dilaksanakan kemarin. Pembagian sembako untuk Jabodetabek, kemudian Kartu Prakerja sudah berjalan. Minggu ini juga bansos tunai sudah dikerjakan. Dari sinilah kemudian saya ingin mengambil sebuah keputusan,” pungkasnya.

Selain untuk membantu warga yang terdampak Covid-19, bantuan sosial yang dipersiapkan bagi warga menengah ke bawah di wilayah Jabodetabek, juga dimaksudkan agar warga Jabodetabek dapat mengurungkan niatnya untuk mudik ke daerah asal.

COMMENTS