Pembebasan Pembayaran Bunga dan Penundaan Cicil Kredit Selama 6 Bulan Bagi Nasabah KUR

Pembebasan Pembayaran Bunga dan Penundaan Cicil Kredit Selama 6 Bulan Bagi Nasabah KUR
Risiko Turun, Zona Merah Covid-19 di Jatim Tinggal 11 Kabupaten/Kota
Menaker: Pengawas Tenaga Kerja Harus Pastikan Pekerja Aman Saat Pandemi

Kementerian Koordinator bidang perekonomian (Kemenko Perekonomian) resmi membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha yang terkena dampak virus corona (Covid-19) selama paling lama 6 bulan.

Selain pembebasan pembayaran bunga dan penundaan pembayaran pokok KUR ini, akan ada relaksasi ketentuan KUR dengan memberikan perpanjangan jangka waktu dan tambahan plafon.

Kebijakan tersebut diputuskan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Pembiayaan UMKM, Rabu (8/4/2020). Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Komite Pembiayaan UMKM ini dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Tenaga Kerja.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Wakil Ketua OJK, Kepala BPKP dan para pejabat Eselon 1 yang mewakili menteri sebagai anggota Komite Pembiayaan UMKM.

“Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2020. Mereka yang akan mendapat pembebasan bunga dan penundaan pembayaran angsuran pokok KUR paling lama 6 bulan, harus memenuhi penilaian penyalur KUR masing-masing,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat via video conference, di Jakarta (8/4/2020).

Keputusan ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Rapat Terbatas Tingkat Menteri pada 20 Maret 2020, di mana Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa diberlakukan penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan.

Hal ini juga semakin diperkuat dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020, yang mencantumkan bahwa restrukturisasi kredit atau pembiayaan dilakukan terhadap kredit atau pembiayaan yang diberikan sebelum maupun setelah debitur terkena dampak penyebaran Covid-19, termasuk debitur UMKM.

Berdasarkan pernyataan Airlangga, para debitur KUR eksisting yang terkena dampak Covid-19 akan diberikan relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR dengan kebijakan perpanjangan jangka waktu KUR, dan/atau kebijakan penambahan limit plafon KUR (khususnya bagi debitur KUR Kecil dan KUR Mikro non Produksi).

COMMENTS