OJK: Pasar Saham Dalam Negeri dan Luar Negeri Mulai Pulih!

Perbanas Apresiasi Kerja Keras OJK Perkuat Industri Perbankan Nasional
Nasabah Leasing yang Dapat Relaksasi Cicilan telah Mencapai 65.353 Orang

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar saham saat ini sudah mulai pulih kembali setelah sempat turun tajam dan menyentuh level terendahnya di 3.911,71 beberapa waktu lalu. Pemulihan ini tidak hanya terjadi di pasar dalam negeri, tetapi juga secara global.

Sejak 26-27 Maret lalu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan bahwa pasar saham sudah mulai menunjukkan tren rebound (balik arah) di seluruh dunia.

“Hampir seluruh dunia, IHSG dalam satu bulan terakhir ini sudah mulai ada recovery. Jadi trennya tidak turun sudah ada poin yang mulai recover. Rebound itu 26-27 Maret sudah mulai seluruh dunia, jadi sudah sentimen positif terjadi,” ucap Wimboh dalam diskusi dengan CNBC Indonesia, Kamis (16/4/2020).

Dalam kondisi pasar yang terus berfluktuasi tajam sebelumnya, OJK telah mengeluarkan sederet kebijakan untuk pasar modal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi pasar agar tidak mengalami penurunan tajam secara terus-menerus.

Di antara berbagai kebijakan tersebut, salah satunya adalah memangkas jam perdagangan bursa selama 1,5 jam dari jam perdagangan normal. Kebijakan tersebut berlaku sejak Senin, 30 Maret 2020 hingga waktu yang diumumkan selanjutnya oleh otoritas pasar modal.

Selain itu, OJK memberikan keleluasaan kepada emiten untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Berdasarkan data OJK, untuk aksi korporasi ini, 60 emiten sudah menyampaikan rencana tersebut dengan outstanding dana yang disiapkan sebesar Rp 20,03 triliun.

Selebihnya, OJK dan bursa juga telah menerapkan kebijakan untuk menghentikan perdagangan sementara (halt) selama 30 menit apabila indeks turun sebanyak 5% dalam perdagangan intraday. Sejak kebijakan ini dikeluarkan pada 10 Maret, dalam waktu kurang lebih dua pekan, IHSG mengalami halt sebanyak enam kali.

“Seluruh dunia sudah ada sentimen positif, kalau recoverkan gak bisa straight line, tapi trennya sudah positif,” kata Wimboh.

Pada perdagangan sesi I pukul 10.12, Jumat (17/4/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 2,71% di level 4.603,30 dengan nilai transaksi Rp 2,73 triliun. Untuk diketahui, IHSG telah bertambah 6,27% dalam sebulan terakhir.

COMMENTS