Mudik dan Pulang Kampung Ternyata Memiliki Arti yang Berbeda, Ini Penjelasan BNPB

Mudik dan Pulang Kampung Ternyata Memiliki Arti yang Berbeda, Ini Penjelasan BNPB
Sensus Penduduk Resmi Dibuka September 2020
Indonesia Butuh Volunteers untuk Sukseskan Dubai Expo 2020! Intip Kriteria dan Cara Daftarnya!

Agus Wibowo selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo menjelaskan perbedaan antara pulang kampung dan mudik selama masa PSBB.

Sesuai protokol larangan mudik yang diatur pemerintah, dua istilah ini memiliki arti yang berbeda.

“Kita sudah lama melakukan kajian (pelarangan mudik) ini, kita sudah bicara dengan LIPI juga bahwa ada beberapa yang akan mudik dan kebanyakan tidak mudik. ASN dan sebagainya pasti tidak akan mudik karena dilarang,” kata Agus dalam seminar daring bersama Survei KedaiKOPI, Rabu (22/4/2020)

Dalam presentasi yang disampaikan, dijelaskan perbedaan mudik dan pulang kampung:

  • Mudik: pulang kampung yang sifatnya sementara dan akan kembali lagi ke kota.
  • Pulang Kampung: pulang ke kampung halaman dan tidak akan kembali lagi ke kota.

Untuk protokol mudik dan pulang kampung, ada beberapa golongan masyarakat yang dilarang mudik di antaranya Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-POLRI, BUMN, BUMD, dan masyarakat berpenghasilan tetap.

Golongan di atas dilarang mudik, keluar rumah, berkumpul, serta harus taat pada peraturan PSBB dan peraturan penanganan COVID-19.

Sedangkan, kelompok yang dapat pulang kampung adalah kelompok PMI dan PHK dengan catatan mengikuti protokol pulang kampung secara ketat.

Protokol pulang kampung diawali dengan mengisi formulir keterangan diri dan dan tujuan kepulangan. Memiliki rekomendasi gugus tugas daerah dan dan izin kepala desa.

Selain itu, kelompok pulang kampung disyaratkan untuk tidak kembali ke kota, menjalani pemeriksaan kesehatan, dan menjalani isolasi mandiri.

COMMENTS