Menyambut Bulan Suci di Tengah Pandemi COVID-19, Menag Rilis Panduan Ibadah Ramadhan lewat SE Ini

HUT RI ke-75: Ikuti Lomba Tebak Busana Adat Presiden dan Ibu Negara
SMRC: 47% Warga Anggap Hubungan Indonesia-RRC Tidak Terkait Komunisme

Menjelang bulan suci Ramadhan, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hh di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.

Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2020 tersebut dirilis agar masyarakat tetap dapat melaksanakan ibadah selama Ramadhan meski di tengah pandemi saat ini.

“Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko COVID-19,” kata Fachrul Razi dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2020).

Menurut Fachrul, SE tersebut juga mencakup panduan mengenai cara pengumpulan dan penyaluran zakat di tengah wabah COVID-19 dengan 15 poin panduan dalam surat edaran tersebut.

“Selain terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, edaran ini juga mengatur tentang panduan pengumpulan dan penyaluran zakat,” pungkasnya.

Dalam panduan tersebut, Fachrul juga meminta sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu dan keluarga inti.

“Tak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama),” tambahnya … Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid, maupun musala ditiadakan,” tambahnya.

Selain itu, Kemenag juga meminta agar salat tarawih dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah.

“Dan tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur’an,” ucap Fachrul.

SE No. 6 Tahun 2020 dapat diakses di link ini.

COMMENTS