Indonesia Siapkan Alat Rapid Tes Secara Masal, Targetkan 10.000 Tes/Hari

Indonesia Siapkan Alat Rapid Tes Secara Masal, Targetkan 10.000 Tes/Hari
Jemaah Umrah Wajib Patuhi Pedoman Ibadah Masa Pandemi
Agar Cepat Sembuh, Pasien Covid-19 Diajak Berpikir Positif

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Doni Monardo mengungkapkan industri dalam negeri sedang bersiap dalam menciptakan sejumlah alat bantu medis. Selain ventilator (alat bantu pernapasan), sejumlah alat lain juga sedang dipersiapkan.

“Bio Farma dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) telah merampungkan test kit PCR (Polymerase Chain Reaction),” kata Doni, kutip CNBC Indonesia, Senin (27/4).

Kemudian untuk rapid test juga kini sedang persiapan untuk segera diproduksi secara massal. Tujuannya agar meminimalkan angka impor dari luar negeri.

“Perintah Presiden untuk memperbanyak rapid test di sejumlah bandara sehingga keberadaan atau keberhasilan rapid test lokal ini akan sangat menentukan,” papar Doni.

Meski demikian, ada juga yang mesti diimpor dari luar negeri. Pasalnya, Indonesia belum bisa memproduksinya, apalagi hingga dalam jumlah yang banyak. “Untuk reagen masih tetap impor,” ungkap Doni.

Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menargetkan bisa melakukan 10.000 tes Polymerase chain reaction (PCR) virus corona (Covid-19) per hari, guna membendung penyebaran penyakit mematikan ini.

“Kita harus menuju target 10.000 tes PCR setiap hari dengan mengaktifkan 78 laboratorium dari 32 laboratorium yang ada saat ini,” katanya beberapa waktu lalu.

Target tersebut cukup besar karena sejak Corona mewabah di Indonesia pada awal Maret hingga hari ini, pemerintah baru melakukan 36.431 tes PCR. Dengan demikian, rata-rata tes PCR per hari tidak mencapai 1.000 tes.

COMMENTS