Enam Perintah Jokowi Perangi Covid-19, Salah Satunya Uji Masif

Enam Perintah Jokowi Perangi Covid-19, Salah Satunya Uji Masif
Pelaksanaan Ibadah Umrah Menyesuaikan Kondisi Pandemi
Mengapa Natuna Jadi Tempat Transit Sementara WNI dari Wuhan?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini menerima laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui video conference di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam arahannya di depan jajaran menteri, Jokowi menekankan enam hal yang berkaitan dalam upaya pemerintah menangani Covid-19 serta evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Apa plus minus (PSBB) sehingga kita bisa perbaiki,” kata Jokowi, Senin (20/4/2020), kutip CNBC Indonesia.

Pertama, Jokowi meminta seluruh provinsi, kabupaten, maupun kota untuk melakukan pengujian sampel secara masif, pelacakan yang agresif, serta mengisolasi pasien yang terpapar Covid-19 dengan ketat.

“Kedua, saya sangat mengapresiasi cara konsultasi medis dengan menggunakan teknologi dan ini saya kira harus dikembangkan lagi yaitu telemedicine agar ini terus ditingkatkan jumlahnya, sehingga kontak antar pasien dan dokter bisa dikurangi,” katanya.

Ketiga, Jokowi menginginkan perbaikan sistem rujukan maupun manajemen penanganan Covid-19 di rumah sakit. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi kapasitas rumah sakit yang tidak memadai.

“Betul-betul manajemen harus diatur betul. Mana sedang, ringan, berat, dan yang butuh penanganan lebih intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Keempat, Jokowi meminta jajarannya untuk lebih terbuka kepada publik dalam mengkomunikasikan setiap kebijakan pemerintah.

“Jangan ada yang menganggap kita lagi menutupi. Tidak ada sejak awal kita menutupi masalah yang ada,” tegasnya.

Kelima, Jokowi menginginkan agar distribusi logistik tidak menemui hambatan yang tidak perlu untuk memenuhi kebutuhan di setiap daerah. Apalagi, saat ini sudah mulai mendekati bulan Ramadan.

“Terakhir mengenai bansos, tadi pagi dimulai secara besar-besaran untuk 1,2 [juta keluarga] di DKI terlebih dahulu. Bodetabek dan nanti daerah lain. Saya ingin bansos ke yang tak mampu betul-betul tepat sasaran,” katanya.

COMMENTS