Data Kenaikan Covid-19 Mereda, Pasar Keuangan Positif

Data Kenaikan Covid-19 Mereda, Pasar Keuangan Positif
PUPR Programkan Rehabilitasi Irigasi 85.500 ha Lumbung Pangan Baru di Kalteng
Situs Kartu Pra Kerja Telah Dibuka, Simak Info Seputar Programnya Disini

Hari ini, pasar saham Asia diwarnai sentimen positif dari meredanya tekanan dari Covid-19, yang seakan mengesampingkan sentimen negatif dari data pertumbuhan ekonomi China periode kuartal I-2020 yang dirilis pekan lalu, yang mencapai -6,8%.

Positifnya pasar ditunjukkan oleh penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini sebesar 20 poin (0,42%) menjadi 4.654 dari posisi akhir pekan lalu 4.634.

Sentimen positif menyebar di pasar keuangan dunia sejak akhir pekan lalu ketika beberapa negara Eropa dan AS bersiap-siap “bekerja kembali” mengingat positifnya pasar menanggapi redanya data kenaikan penyebaran Covid-19 di seluruh dunia, meskipun sepertinya masih terlalu dini.

Positifnya pelaku pasar juga tercermin dari turunnya harga emas dunia menjadi US$ 1.680 per troy ounce (oz) dari posisi akhir pekan lalu US$ 1.683, yang turut berimbas pada harga emas Antam yang dijadikan instrumen investasi ritel di dalam negeri.

Harga emas dan positifnya pasar keuangan biasanya berbanding terbalik karena emas menjadi produk keuangan yang dijadikan lindung nilai terhadap peningkatan risiko perekonomian dunia.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan menuju harga makanan di pasar-pasar tradisional menjelang Bulan Puasa di akhir pekan ini. Perhatian tersebut terkait dengan rantai suplai yang diharapkan tidak putus dan membuat harga-harga makanan dapat melonjak dan memicu inflasi yang rentan tidak terkendali di tengah kondisi ekspor-impor yang belum pulih.

Data ekonomi lain yang menjadi menarik adalah ketegangan di Timur Tengah antara Iran dan AS yang tidak mampu membuat harga minyak dunia naik tetapi justru masih turun drastis.

Turunnya minyak mentah disebabkan oleh masih dijadikan faktornya dampak Covid-19 terhadap permintaan dunia terhadap komoditas emas hitam itu yang semakin turun.

Harga kontrak futures minyak mentah WTI turun drastis menjadi US$ 15,43 per barel dari posisi pekan lalu US$ 18,27 per barel.

COMMENTS