Bantuan AS US$ 484 M Disetujui, Bursa Saham Asia dan IHSG Menguat

Bantuan AS US$ 484 M Disetujui, Bursa Saham Asia dan IHSG Menguat
JCR: Peringkat Utang RI Jadi BBB+/A-! Pertumbuhan Ekonomi Kuat dan Tahan Guncangan Eksternal
Lumbung Pangan Kalteng: 165.000 ha Lahan Siap Dioptimalkan pada 2022

Bursa saham Asia mayoritas menguat pada perdagangan hari Rabu ini (22/4/2020) setelah dua partai politik mayoritas di Amerika Serikat menyetujui paket bantuan senilai US$ 484 miliar guna melawan pandemi virus corona.

Paket bantuan ini ditujukan untuk melindungi program penggajian usaha kecil dan menengah serta rumah sakit di negara Paman Sam tersebut yang mulai kehabisan uang sejak minggu lalu. Melansir dari RTTNews.

Data perdagangan mencatat, bursa saham di China daratan ditutup menguat, dimana indeks Shanghai Composite naik 0,6% menjadi 2.843,98, sedangkan Shenzhen melonjak 1,05% pada 1.771,80. Sementara pasar saham di Hong Kong indeks Hang Seng menguat 0,42% ke 23.893,36 pada penutupan perdagangan.

Pasar saham Jepang berakhir di zona merah, indeks Nikkei 225 turun 142,83 poin atau 0,74% menjadi 19.137,95, sedangkan indeks Topix anjlok 0,63% menjadi 1.406,90.

Saham-saham pendorong penurunan indeks Nikkei 225 di antaranya saham Mitsubishi UFJ Financial merosot 1,6% dan Dai-ichi Life Holdings jatuh 3,9%. Sementara emiten saham perusahaan eksplorasi minyak & gas Jepang Petroleum turun 5%, Inpex jatuh 2,5% dan Idemitsu anjlok 5,3%.

Dari kawasan Asia lainnya, bursa saham Korea Selatan masuk zona hijausetelah pemerintah mengumumkan paket bantuan lebih lanjut sebesar 7,6 triliun won (US$ 6,17 miliar) guna menopang perekonomian. Indeks Kospi di tutup naik 0,89% pada 1.896,15.

Sementara pasar saham di Australia ditutup stagnan setelah perkiraan awal penjualan ritel Australia menunjukkan kenaikan 8,2% pada bulan Maret dari Februari. Indeks acuan (benchmark) S&P/ASX 200 berada di 5.221,20.

Dari bursa saham Tanah Air, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 1,46% ke level 4.567,56, dengan catatan nilai transaksi sebesar Rp 7,91 triliun. Saham-saham yang mengalami penguatan sebanyak 172 saham, sementara yang turun 213 saham dan stagnan 152.

COMMENTS