Bank BUMN Sukses Relaksasi Kredit Nasabah Hingga Rp 120 T

Bank BUMN Sukses Relaksasi Kredit Nasabah Hingga Rp 120 T
Kesehatan Manusia dan Ekonomi Harus Dijaga selama Pandemi COVID-19
Presiden Tinjau Lokasi Pusat Perbenihan untuk Atasi Bencana Ekologis

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso menjelaskan bank pelat merah mulai restrukturisasi kredit atau meringankan cicilan bagi nasabah yang terdampak COVID-19.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk itu menjelaskan bank-bank BUMN sudah memberikan relaksasi kepada 832.052 nasabah dengan nilai Rp 120,8 triliun.

“Total nasabah yang direstrukturisasi untuk 4 bank Himbara, 832.052 nasabah dengan portofolio Rp 120,8 triliun. Ini realisasi yang menggunakan kriteria-kriteria internal yang kita buat,” kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, kutip Detikcom, Kamis (30/4/2020).

Angka di atas adalah yang tercatat hingga 24 April 2029. Lebih rinci, restrukturisasi dilakukan terhadap 801.685 nasabah di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan nilai Rp 87,3 triliun. Sisanya adalah nasabah non UMKM sebanyak 30.367 orang.

“Sampai tanggal 24 April 2020 Himbara telah melakukan restrukturisasi untuk UMKM itu 801.685 nasabah dan itu artinya ekuivalen dengan portofolio Rp 87,3 triliun. Kemudian yang non UMKM itu totalnya 30.367 nasabah,” jelasnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya mendapat laporan jika ada bank BUMN yang masih mengejar nasabah UMKM agar membayar cicilan secara normal. Padahal kondisi usahanya sedang sulit.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih pun melaporkan hal tersebut ke Komisi VI DPR RI dalam rapat dengar pendapat (RDP) virtual. Dia meminta Komisi VI menindaklanjutinya saat rapat dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Tolong nanti kalau rapat dengan BUMN khususnya untuk Himbara, ini untuk KUR kan sudah ada keputusan ya selama 6 bulan itu bunga kan di-pending. Kemudian selain bunga, pokoknya juga ditahan selama 6 bulan tidak akan diambil. Tapi dalam pelaksanaannya di daerah-daerah masih diambil,” kata dia Selasa (28/4/2020)

COMMENTS