Tekanan Mereda, IHSG dan Rupiah Lanjut Menguat

Tekanan Mereda, IHSG dan Rupiah Lanjut Menguat
UU Cipta Kerja: Izin AMDAL dalam Tidak Dihapus, Hanya Disederhanakan
Pendaftaran Kartu Pra Kerja Diundur, Ini Cara Daftarnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot hari ini.

Sentimen eksternal yang positif kembali jadi bahan bakar pendorong penguatan mata uang Tanah Air dan menunjukkan tekanan yang mereda setelah terkoreksi signifikan dalam sebulan terakhir akibat ancaman penyebaran virus corona Covid-19 dan dampaknya ke ekonomi dunia.

Pada Jumat (27/3/2020), US$ 1 dihargai Rp 16.100 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tajam yaitu 1,08% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya, kutip CNBC Indonesia.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan apresiasi signifikan 1,06% di hadapan dolar AS. Meski sempat jadi yang terbaik di Asia, rupiah harus puas finis di urutan ketiga.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, pasar saham domestik yang dicerminkan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, melanjutkan penguatan signifikan yang terjadi kemarin.

Pada saat lonceng yang menandakan jam perdagangan berbunyi, IHSG belum beranjak. Namun selang tak berapa lama, IHSG langsung melemah 5,07% ke level 4.568 dan pada pukul 09.03 WIB IHSG tampak menguat 7,5% ke level 4.664,21. Kemarin (26/3/2020), IHSG ditutup mengiat 10,19% dan menjadi apresiasi tertinggi sejak 8 Juni 1999.

Kekhawatiran dampak Covid-19 sirna sementara karena Senat AS baru saja menyetujui paket stimulus yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump yang bernilai US$ 2 triliun.

Stimulus dengan nilai lebih dari dua kali lipat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia itu diharapkan mampu meredam dampak penyebaran virus corona di AS.

COMMENTS