Pemerintah Terbitkan Kebijakan Pangan untuk Hadapi Dampak COVID-19

Presiden Apresiasi Seluruh Jajaran dan Masyarakat Natuna dalam Evakuasi WNI dari Tiongkok
Cegah Penyebaran COVID-19 Dengan Melakukan Social Distancing, Apa Artinya?

Sebagai salah satu upaya dalam menanggapi wabah virus corona (COVID-19), pemerintah mengeluarkan Kebijakan Pangan terkait Penanganan Dampak COVID-19.

Pemerintah akan tetap menjamin ketersediaan pasokan pangan utama dan strategis bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

Pangan utama dan strategis yang dimaksud meliputi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng.

Dalam kurun waktu 6 bulan mulai Maret-Agustus 2020, pemerintah memastikan proyeksi ketersediaan 11 komoditas strategis dijamin aman.

Sebagian besar pemenuhan pangan tersebut dipasok dari produksi dalam negeri, terkecuali komoditas bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir yang pemenuhannya sebagian masih diimpor.

Bagi beberapa komoditas yang pemenuhannya masih melalui impor terdampak COVID-19 secara global, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan mempercepat proses penerbitan rekomendasi impor.

Terhitung hingga 10 Maret 2020, Kementerian Pertanian telah menerbitkan 37 Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Di antaranya adalah rekomendasi impor bawang putih sebanyak 196,5 ribu ton, di mana sebanyak 34,8 ribu ton sudah terbit izin impornya dari Kementerian Perdagangan.

Pemerintah juga berupaya memilih negara produsen bawang putih selain Tiongkok, seperti India, Mesir, Bangladesh, dan beberapa negara lainnya.

COMMENTS