Multifinance Sediakan Tiga Skema Restrukturisasi Pembiayaan

Multifinance Sediakan Tiga Skema Restrukturisasi Pembiayaan
Pertumbuhan Kredit Baru Triwulan I 2021 Diprakirakan Meningkat Karena 3 Kategori Ini
Presiden Tinjau Pengembangan Lumbung Pangan Kapuas

Perusahaan pembiayaan (multifinance) menyiapkan tiga skema relaksasi berupa restrukturisasi pembiayaan bagi nasabahnya yang mengalami kesulitan keuangan akibat penyebaran virus corona-Covid-19.

Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI, atau juga biasa disebut IFSA), dalam surat pengumuman asosiasi menyatakan ketiga skema restrukturisasi pembiayaan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan multifinance yang menjadi anggota asosiasinya adalah:

  1. Perpanjangan jangka waktu;
  2. Penundaan sebagian pembayaran; dan atau
  3. Jenis restrukturisasi lainnya yang ditawarkan perusahaan pembiayaan.

Perusahaan pembiayaan adalah salah satu perusahaan Institusi Keuangan Non-Bank (IKNB, sekarang disebut juga Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank/LJKNB) yang menyediakan fasilitas pembiayaan dengan tiga jenis usaha yaitu anjak piutang (factoring), sewa guna usaha (leasing), dan pembiayaan barang konsumsi (consumer finance).

Pembiayaan barang konsumsi itu bisa berupa barang elektronik seperti ponsel pintar (smartphone), TV, kulkas, termasuk kendaraan (motor/mobil) sehingga cakupannya sangat luas di segmen tersebut.

Namun, karena sejak lama masyarakat lebih mengenal bidang pembiayaannya yang berupa leasing tadi, maka sampai sekarang multifinance masih kerap disebut perusahaan leasing selain disebut juga sebagai perusahaan pembiayaan.

Adapun syarat yang ditetapkan bagi debitur yang ingin mengajukan keringanan berupa restrukturisasi pembiayaan tersebut adalah:

  1. Terkena dampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp 10 miliar;
  2. Pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM;
  3. Tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020; saat pemerintah mengumumkan virus corona;
  4. Pemegang unit kendaraan/jaminan; dan
  5. Kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Untuk mengajukan restrukturisasi pembiayaan oleh perusahaan multifinance, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh debitur. Langkah-langkah yang dapat dilakukan mulai dari hari ini, 30 Maret 2020, adalah:

  1. Pengajuan permohonan keringanan atau restrukturisasi dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat diunduh (di-download) dari website resmi perusahaan pembiayaan.
  2. Pengembalian formulir dilakukan melalui email (tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan).
  3. Persetujuan permohonan keringanan atau restrukturisasi akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email.

Surat pengumuman itu menyikapi langkah pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan kelonggaran kepada masyarakat yang terdampak langsung maupun tidak langsung terhadap penyebaran virus corona Covid-19.

Dalam keseampatan lain, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot menyarankan debitur untuk selalu mengikuti informasi penting dari bank/leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, dan melaporkan kepada bank/leasing jika ada penagih utang (debt collector) yang melakukan teror/tidak sesuai ketentuan. Hal itu tertuang di dalam akun Instagram OJK.

Pelaporan dapat juga dilaporkan ke OJK melalui telepon 157 atau WA 081-157-157-157 atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi.

COMMENTS