Lawan Covid-19: Pemerintah Lacak & Pantau Corona Pakai Aplikasi

Lawan Covid-19: Pemerintah Lacak & Pantau Corona Pakai Aplikasi
Lawan Covid-19, Pemerintah Tambah Rp 405 T Belanja di APBN 2020
Pemerintah: Batas Tertinggi Biaya Pemeriksaan Swab Mandiri Rp 900.000

Pemerintah memanfaatkan aplikasi dari nomor ponsel pintar (smartphone) untuk melacak penyebaran virus corona Covid-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Plate mengikuti langkah beberapa negara yang melacak penyebaran virus corona COVID-19 via nomor ponsel.

Kominfo mengeluarkan aturan Keputusan Menteri Kominfo No. 159 tahun 2020 tentang upaya penanganan coronavirus disiease Covid-19 melalui dukungan sektor produk informatika.

Bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta seluruh operator telekomunikasi berkoordinasi secara terpadu berupa pelacakan, penelusuran dan isolasi pasien Covid-19 melalui aplikasi.

“Upaya ini menggunakan aplikasi “trace together” yang dikembangkan oleh operator telekomunikasi dan akan terpasang pada smartphone pasien positif Covid-19, untuk memberikan penanganan darurat,” ujar Johnny.

Johnny menjelaskan kalau aplikasi ini nantinya juga dapat memberikan peringatan bilamana pasien melewati lokasi isolasinya.

Selain itu aplikasi ini berfungsi untuk memetakan pergerakkan pasien selama 14 hari atau saat masa isolasi berlangsung.

“Aplikasi ini juga dapat terhubung dengan operator seluler lainnya untuk menghasilkan visualisasi yang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pelacakan dan penelusuran lewat nomor ponsel ini, pasien dengan kasus Covid-19 yang terdeteksi akan diberikan peringatan dari aplikasi untuk segera menjalankan protokol ODP atau orang dalam pengawasan.

Denny Abidin, selaku Vice President Corporate Communications Telkomsel, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan siap untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memberantas Covid-19 dengan bantuan opsi aplikasi tersebut.

“Saat ini kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenkominfo RI dan ATSI untuk keseluruhan dukungan yang dibutuhkan dari seluruh operator telekomunikasi, sesuai dengan kapasitas teknis Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi, serta mengacu pada peraturan dan perundangan yang berlaku,” kata Denny kepada CNBC Indonesia, (26/3/2020).

Serupa, Merza Fachys, Direktur Smartfren juga menjelaskan kalau Smartfren terus berkomunikasi dengan pemerintah dalam hal ini Kominfo dalam upaya menangani antisipasi penyebaran virus corona.

“Saat ini masih intens kita diskusikan, tujuan program ini adalah agar antisipasi terhadap penyebaran virus dapat lebih fokus dan efektif. Hal-hal teknis sedang dikoordinasikan baik dengan penyelenggara telekomunikasi maupun dengan K/L terkait,” ujar Merza.

COMMENTS