Lawan Covid-19: Ini Tiga Jurus OJK di Industri Keuangan

Lawan Covid-19: Ini Tiga Jurus OJK di Industri Keuangan
PUPR Targetkan Bendungan Meninting Rampung 2022
Dunia Mulai Menggeliat, Ekonomi Q3 Jepang Melonjak 21,4%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjalankan tiga langkah dalam menghadapi pandemik virus corona Covid-19 di pasar keuangan.

Dalam beberapa kebijakannya, ada tiga langkah yang sudah diambil otoritas. Pertama yaitu mendukung keberlangsungan usaha sektor riil. Kedua adalah meredam volatilitas pasar modal. Dan ketiga yakni mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam mendukung keberlangsungan usaha sektor riil, OJK sudah menerapkan kolektabilitas satu pilar dan restrukturisasi kredit.

Kebijakan tersebut diterapkan melaui relaksasi pengaturan penilaian kualitas aset kredit dengan plafon pinjaman sampai dengan Rp 10 miliar.

Penilaian tersebut berarti mengesampingkan dua pilar lain dari total tiga pilar yang ada untuk sementara waktu, yaitu prospek usaha debitur dan kondisi keuangan debitur yang berlaku selama 1 tahun.

Duo kebijakan tersebut diharapkan dapat melonggarkan ketentuan kredit bagi usaha kecil dan menengah karena segmen yang disasar adalah nilai kredit sampai dengan Rp 10 miliar.

Dalam meredam volatilitas pasar modal, ada lima kebijakan yang sudah diberlakukan dalam transaksi harian.

Kelimanya adalah pelarangan praktik jual kosong (short selling) untuk sementara waktu dan pemberlakuan batas pergerakan harga saham harian (auto rejection) secara asimetris yaitu dengan memperpendek batas penurunan harga.

Kebijakan lain adalah adanya penghentian transaksi seluruh bursa saham secara sementara (trading halt) selama 30 menit jika ada penurunan indeks acuan 5% dan relaksasi pembelian kembali saham (buyback).

Kebijakan kelima adalah merelaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan 2019 dan pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan selama 2 bulan.

Dalam menerapkan langkah ketiga yaitu mencegah penyebaran Covid-19, ada dua kebijakan yang sudah dilakukan otoritas yaitu kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) dan meminimalisir pertemuan langsung (face to face meeting) di industri dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi.

COMMENTS