Ini Instruksi Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga COVID-19

Ini Instruksi Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga COVID-19
Bogor dan Banyuwangi Berinovasi Agar Produktif dan Aman
Risiko Turun, Zona Merah Covid-19 di Jatim Tinggal 11 Kabupaten/Kota

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan surat edaran terkait Pengelolaan Limbah Infeksius (B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19.

Dalam penanganan limbah tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah penanganan sebagai berikut:

  1. Limbah infeksius yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan:
    • Melakukan penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan yang tertutup paling lama 2 hari sejak dihasilkan
    • Mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan Limbah B3:
      • Fasilitas insinerator dengan suhu pembakaran minimal 800 derajat Celcius atau autoclave yang dilengkapi dengan pencacah
    • Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilekati simbol “Beracun” dan label Limbah B3 yang selanjutnya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk selanjutnya diserahkan kepada pengelola Limbah B3.
  2. Limbah infeksius dari ODP yang berasal dari rumah tangga:
    • Mengumpulkan limbah infeksius berupa limbah APD antara lain berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri
    • Mengemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup
    • Mengangkut dan memusnahkan pada pengolahan Limbah B3
    • Menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius yang bersumber dari masyarakat, sebagai berikut:
      • Limbah APD antara lain: masker, sarung tangan, baju pelindung diri, dikemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup yang bertuliskan “Limbah Infeksius”
      • Petugas dari dinas yang bertanggungjawab di bidang lingkungan hidup, kebersihan dan kesehatan melakukan pengambilan dari setiap sumber untuk diangkut ke lokasi pengumpulan yang telah ditentukan sebelu, diserahkan ke pengolah Limbah B3.
  3. Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga:
    • Seluruh petugas kebersihan atau pengangkut sampah wajib dilengkapi dengan APD khususnya masker, sarung tangan, dan safety shoes yang setiap hari harus disucihamakan
    • Dalam upaya mengurangi timbunan sampah masker, maka kepada masyarakat yang sehat dihimbau untuk menggunakan masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari.
    • Kepada masyarakat yang sehat dan menggunakan masker sekali pakai diharuskan untuk merobek, memotong atau menggunting masker tersebut dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan
    • Pemerintah daerah menyiapkan tempat sampah/drop box khusus masker di ruang publik.

Surat edaran ini berlaku sejak tanggal 24 Maret 2020 sampai dengan pencabutan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia.

COMMENTS