Buyback Saham Kini Bisa Tanpa Persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham

Tepis Berita Lama, OJK Pastikan Industri Perbankan Dalam Batas Aman
Sekolah Dinas Buat Jadi PNS Dibuka 1 Juni

Maraknya penyebaran wabah virus corona telah memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian nasional maupun internasional.

Perekonomian yang tengah melesu di berbagai bidang berhasil memunculkan berbagai macam kebijakan atau landasan hukum oleh pemerintah.

Salah satunya adalah kebijakan relaksasi terkait pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik (buyback saham).

Kebijakan tersebut dirilis oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) sebagai antisipasi akan indeks Bursa Efek Indonesia yang sedang mengalami tekanan.

Kebijakan ini mengizinkan semua emiten/perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai upaya mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Buyback dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  2. Jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10% dari modal disetor dan paling banyak 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor

COMMENTS