Bursa Efek Indonesia Keluarkan Aturan Baru Trading Halt

Bursa Efek Indonesia Keluarkan Aturan Baru Trading Halt
Terapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB), Pemerintah Terbitkan PP
Pemerintah Antisipasi Pengangguran, Jangan Sampai Double-Digit

Per 10 Maret 2020 lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) efektif memberlakukan trading halt dalam kondisi Pasar Modal yang mengalami tekanan.

Trading Halt merupakan upaya BEI menangani keberlangsungan perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam kondisi tertentu, guna menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

 Pembekuan sementara tersebut ditetapkan untuk menindaklanjuti penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup dalam di satu hari perdagangan bursa.

Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan perincian trading halt, yakni selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5%.

“Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10%,” kata Yulianto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15% dengan ketentuan sampai akhir sesi perdagangan ata lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka BEI akan melakukan trading suspend.

Keputusan BEI ini menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Nomor: S-274/PM.21/2020 yang diterbitkan pada 10 Maret 2020 perihal Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan dan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

COMMENTS