Bank Indonesia: Panik Covid-19 Mulai Mereda, Rupiah dan IHSG Perkasa

Bank Indonesia: Panik Covid-19 Mulai Mereda, Rupiah dan IHSG Perkasa
Presiden Jokowi Dukung Penuh Fase Uji Klinis Vaksin Covid-19
Presiden: Faskes Harus Mengacu Standard Penanganan Covid-19

Bank Indonesia menilai kepanikan global terhadap pandemik corona atau Covid-19 sudah mulai mereda.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan saat ini kepanikan global atas wabah corona atau Covid-19 sudah mulai mereda karena stimulus yang dikeluarkan negara maju dinilai mampu menaikkan ekspektasi pelaku pasar global.

Ekspektasi dan sentimen positif itu turut membantu penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau hari ini.

“Ini menunjukkan bahwa kondisi kepanikan global mereda dan apa yang kita alami di pasar keuangan Indonesia tidak terpisah dari pasar keuangan dunia tadi,” kata Perry dalam live streaming perkembangan ekonomi terkini, Kamis, 26 Maret 2020, kutip Tempo.co.

Di pasar obligasi pemerintah, kata dia, sejak Selasa hingga hari ini, investor asing melakukan aksi beli Surat Berharga Negara, khususnya di pasar sekunder.

“Arus dana keluar [outflow] juga turun. Ini menunjukkan kondisi pasar keuangan, valas, saham, dan obligasi membaik,” ujar dia.

Perry melihat, langkah-langkah bersama di berbagai negara maju untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap keuangan maupun ekonomi memberikan sinyal positif. Di Amerika Serikat, senat menyetujui usulan untuk paket stimulus fiskal di AS sebesar US$ 2 triliun.

Di Jerman kata dia, disetujui paket stimulus fiskal sebesar 10% PDB atau setara US$ 860 miliar. Langkah-langkah itu, kata Perry, memperkuat langkah yang dilakukan oleh bank sentral negara di seluruh dunia.

“Berbagai langkah tersebut juga mengurangi kepanikan yang terjadi di pasar keuangan global termasuk pasar saham berbagai negara mengalami penguatan,” kata Gubernur BI.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini terpantau kembali menguat. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh posisi Rp 16.328.

Angka tersebut menunjukkan penguatan 158 poin dari nilai kemarin yang sebesar Rp 16.486 per dolar AS. Sedangkan pada 24 Maret 2020, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 16.568 dan kurs beli Rp 16.403.

IHSG

Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2020, kembali menguat hingga kembali ke atas level psikologis 4.000 di tengah pelemahan bursa saham regional.

Hari ini, indeks saham acuan utama domestik itu ditutup naik 10,19% atau 401 poin menjadi 4.338 dari posisi 3.937 pada Selasa pekan ini. Rabu kemarin pasar modal ditutup karena perayaan Hari Raya Nyepi.

COMMENTS