Yuk, Kenali Elang Jawa: Satwa Langka Simbol Garuda Pancasila

Yuk, Kenali Elang Jawa: Satwa Langka Simbol Garuda Pancasila
Pemerintah Indonesia Ambil Langkah untuk Melindungi Kepentingan Jemaah Umroh
Pemerintah Terbitkan Kebijakan Pangan untuk Hadapi Dampak COVID-19

Presiden Joko Widodo baru saja mengunjungi Taman Nasional Gunung Merapi Jurang Jero di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Jumat, 14 Februari 2020.

Kunjungan Jokowi ini guna meninjau Taman Nasional tersebut, melakukan penanaman pohon Pulai, dan juga melepaskan satwa langka, yakni Elang Jawa.

Ternyata Elang Jawa merupakan wujud asli dari lambang Garuda. Berdasarkan Keppres no 4 Tahun 1993, Elang Jawa diangkat menjadi salah satu Satwa Nasional kebanggaan tanah air. 

Sosoknya yang gagah dengan bulu keemasan dan jambul tinggi di kepala dinilai para ahli sebagai representasi dari Garuda Pancasila yang tepat. Burung ini berbadan ramping dengan panjang tubuh antara 60-70 cm serta sayap sepanjang 110-130 cm.

Elang Jawa yang memiliki nama latin Nisaetus Bartelsi, kini termasuk dalam kategori hewan yang terancam punah. Di Jawa sendiri jumlahnya diperkirakan kurang dari seribu ekor.

Faktor lain dibalik sedikitnya jumlah Elang Jawa dikarenakan proses berkembang biak mereka yang memakan waktu lama. Dalam sekali perkawinan, Elang Jawa hanya menghasilkan satu atau dua telur saja.

Selebihnya, ulah manusia juga menjadi penyebab kelangkaan satwa ini. Selain ekosistem yang dirusak, masih banyak oknum tidak bertanggung jawab yang mencuri telur-telur Elang Jawa ataupun memburu burung ini untuk dijual.

Seperti namanya, Elang Jawa merupakan hewan khas Pulau Jawa. Satwa ini hanya ditemukan di beberapa wilayah Jawa, mulai dari ujung Barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung Timur di Semenanjung Blambangan Purwo.

Elang Jawa bersarang di pohon tinggi yang tumbuh di lereng dengan kemiringan sedang hingga curam dengan dasar lembah anak sungai. Hal ini dilakukan satwa tersebut guna mengincar mangsa serta menjamin keamanan anak-anaknya.

COMMENTS