Presiden Antisipasi Dampak Virus Corona dengan Menggenjot Perekonomian

Sektor Ketenagakerjaan Butuh Kolaborasi Hadapi Dampak Covid-19
Kegiatan Konstruksi Pembangunan Infrastruktur pada 5 KSPN Sudah Berjalan 33% untuk Dukung Produktivitas Sektor Pariwisata

Seiring dengan maraknya penyebaran virus corona (COVID-19), pemerintah Indonesia terus mencermati dampak wabah tersebut bagi perekonomian global. Hingga saat ini, dampak yang ditimbulkan dari virus asal Republik Rakyat Tiongkok diperkirakan akan memukul ekonomi di negara tersebut serta berdampak bagi perekonomian negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Maka dari itu, pada Selasa (25/2/2020), Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk memaksimalkan anggaran belanja yang dapat menggenjot perekonomian dalam negeri dalam rapat terbatas lanjutan mengenai dampak virus korona terhadap perekonomian Indonesia yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta.

“Agar kita semuanya, kementerian dan lembaga, mempercepat belanja. Untuk Menteri Dalam Negeri, agar diingatkan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk segera merealisasikan belanja APBD-nya di daerah masing-masing,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi meminta agar Program Dana Desa yang dalam beberapa waktu terakhir diarahkan bagi sektor produktif dan padat karya agar segera dicairkan demi membantu menggerakkan perekonomian di desa-desa.

“Pastikan mengenai percepatan pencairan dana desa. Saya tahu beberapa sudah sampai di desa, tetapi segera dorong mereka agar belanja sesuai dengan rencana yang sudah mereka miliki,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan jajarannya untuk segera mengeksekusi program bantuan dan perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta program-program padat karya pemerintah lainnya.

“Saya juga minta langkah-langkah untuk menurunkan defisit neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan kita betul-betul dijalankan secara efektif dan di lapangan dikontrol sehingga kita bisa menekan impor,” ujar Presiden Jokowi.

COMMENTS