Pemerintah Indonesia Ambil Langkah untuk Melindungi Kepentingan Jemaah Umroh

Pemerintah Daerah Harus Gencarkan 3T Guna Tekan Covid-19
Presiden: Jangan Tergesa, Pastikan Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Dalam menanggapi kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk penghentian sementara visa umroh guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai Kementrian maupun lembaga untuk melindungi kepentingan para jemaah umroh.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan beberapa langkah terkait hal tersebut.

Pertama, Pemerintah Indonesia telah memahami keputusan Pemerintah Kerajaan Arab atas penghentian sementara izin masuk umroh dan/atau ziarah ke Arab Saudi. Pengambilan keputusan tersebut dipahami atas pertimbangan kepentingan kesehatan umat yang lebih besar, termasuk para jemaah yang ingin melakukan umrah maupun ziarah.

“Pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, antara lain agar jamaah yang sedang melakukan ibadah dapat melanjutkan ibadahnya. Bagi mereka yang sudah terlanjur atau akan mendarat juga agar diizinkan untuk melanjutkan ibadah atau ziarah,” ucap Muhadjir usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Membahas Dampak Pelarangan Ibadah Umrah Akibat Covid-19 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

Berdasarkan data Kementerian Agama, dalam lima tahun terakhir, jumlah jemaah umroh Indonesia kian meningkat. Rinciannya, jumlah jemaah umrah Indonesia berjumlah 649.000 pada 2014-2015, lalu meningkat sebanyak 677.509 di 2015-2016, kemudian naik lagi pada tahun 2016-2017 sejumlah 876.246, tahun berikutnya melonjak drastis pada 2017-2018 hingga mencapai 1.005.336, dan menurun sedikit di tahun 2018-2019 dengan 974.650 jamaah.

Seluruh peserta rapat turut andil menyepakati keputusan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Angkasa Pura 1 dan Angkasa Pura 2. 

COMMENTS