Kemenkes Sediakan Alat Desinfeksi dan Autoklaf Limbah untuk Program Observasi Wuhan

Kemenkes Sediakan Alat Desinfeksi dan Autoklaf Limbah untuk Program Observasi Wuhan
Indonesia Diakui Mampu Mendeteksi Virus Corona
Mengapa Natuna Jadi Tempat Transit Sementara WNI dari Wuhan?

Proses observasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari Wuhan di Natuna terus dipantau kondisi kesehatannya dengan memperhatikan kebersihan tempat observasi agar bersih dari virus corona.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berupaya mensterilkan lokasi dan menjaga area observasi agar tetap steril dari segala macam bakteri ataupun virus. 

Untuk memastikan kebersihan tersebut, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono menyebutkan adanya desinfeksi rutin sebanyak tiga kali sehari.

Desinfeksi dilakukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, yang dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan cara membunuh mikroorganisme patogen.

Dalam desinfeksi program observasi Wuhan, digunakan dua jenis alat yang terdiri dari full fogger dan mist blower. Sedangkan bahan kimia yang digunakan mengandung cairan yang dapat membunuh virus, kuman, dan jamur.

Penyemprotan desinfektan dilakukan pada barang-barang yang digunakan para WNI mulai dari alat makan hingga tenda di mana para WNI menetap.

Selain desinfeksi, Kemenkes juga menyediakan alat autoklaf limbah yang digunakan untuk mensterilisasi serta menghancurkan limbah berbahaya guna mencegah pencemaran lingkungan di sekitar area observasi. Autoklaf tersebut dapat menghancurkan limbah tindakan medis menjadi butiran kecil yang steril untuk kemudian dikubur di lokasi yang aman.

Pemantauan kesehatan juga dilakukan dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi, air yang digunakan, hingga tata kelola sampah selama proses observasi di Natuna.

COMMENTS