Jalan Terbaik untuk Penjemputan WNI Kapal Diamond Princess Masih Dirundingkan

RSDL Indrapura Telah Rawat 419 Pasien Covid-19, 371 Pasien Sudah Sembuh
Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Faskes & Karantina Pasien Covid-19

Terkait penjemputan 74 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal Diamond Princess, Yokohama, Jepang, pemerintah masih terus merundingkan langkah-langkah yang akan diambil secara serius.

Hal ini perlu diperhatikan dengan seksama lantaran pemerintah Indonesia ingin memastikan agar penjemputan tersebut tidak menimbulkan penyebaran virus corona (COVID-19) di tanah air.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah harus berhati-hati dalam menyikapinya. Kehati-hatian ini untuk menghindari penyebaran virus corona atau COVID-19.

Pemerintah terus mempertimbangkan dengan matang opsi penjemputan WNI di Kapal Diamond Princess, apakah menggunakan kapal laut atau pesawat. Selain itu, pemerintah juga menunggu data epidemiologis dari Jepang mengenai rincian kesehatan dan pemeriksaan WNI di sana.

“Saya menunggu data dari mereka (pemerintah Jepang). Itu data epidemiologis, yang isinya soal di sananya (Jepang) diperiksa sudah berapa kali, ini harus detail. Selanjutnya, (yang bersangkutan) sakitnya apa, itu harus detail juga,” ungkap Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2020).

Menurut Terawan, pemerintah Indonesia akan segera memproses prosedur penjemputan setelah pemerintah Jepang mengirimkan data epidemologis para WNI di Kapal Diamond Princess.

“Jadi, kita harus terus hati-hati menyikapi. Karena apa? Data itu sangat penting, saya selaku Menteri Kesehatan sangat berpatokan pada data … Ya, tergantung mereka (pemerintah Jepang). Kalau mereka ngasih ya kita akan segera proses,” tambahnya,

Demi mengantisipasi penyebaran COVID-19, pemerintah juga berunding dengan pihak Jepang terkait cara terbaik yang perlu dilakukan untuk menjemput para WNI tersebut.

“Saat ini, kita juga terus bernegosiasi dengan pemerintah Jepang mengenai teknik yang paling baik untuk bisa mengeluarkan mereka (WNI). Pemerintah berusaha menjaga 264 juta penduduk Indonesia tetap terlindungi. Sekaligus kita juga melakukan tindakan tepat melayani WNI yang ada di Jepang (Kapal Diamond Princess),” tambahnya.

“Meski begitu kita harus tahu prosedur dan tata caranya. Harus butuh negosiasi yang detail dan baik. Sehingga apa yang kita lakukan, jangan sampai ditertawakan dunia … Makanya, tata caranya harus tepat untuk melakukan pemindahan (penjemputan) tanpa membuat epicentrum baru–pusat penyebaran virus corona,” lanjut Terawan.

Menkes RI juga menekankan, karena Indonesia masih termasuk dalam green zone (zona aman dari virus corona), maka pemerintah perlu sangat berhati-hati dengan menerapkan kaidah-kaidah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghadapi COVID-19.

COMMENTS