Indonesia Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah P4G 2022

Indonesia Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah P4G 2022
Kemkes: Tarif Maksimal Pemeriksaan Rapid Test Covid-19 Rp 150 ribu
Catat! Kemnaker Cairkan Lagi Pembayaran Termin Kedua BSU

Pada 2022 mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Partnering for Green Growth and the Global Goals (P4G). Hal ini diumumkan pada saat Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Cho Myung-Rae di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

“Beliau memberitahukan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah P4G pada tahun 2022,” ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa yang mendampingi Presiden, dalam konferensi pers usai pertemuan.

P4G adalah bentuk kerja sama guna mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs), khususnya di bidang agrikultur, pangan, air, energi, kota berkelanjutan, dan ekonomi sirkular. Awalnya, kerja sama P4G dimulai oleh dua negara, yakni Denmark dan Belanda.

“Di sektor-sektor SDGs ini beberapa negara bersama enam lembaga internasional dan beberapa institusi NGO internasional bergabung di sana dalam rangka percepatan SDGs. Nah Indonesia salah satu anggota dari 20 negara tersebut,” jelas Suharso.

Dalam upaya pencapaian SDGs, Suharso berpendapat bahwa Indonesia dinilai cukup baik dan dapat dijadikan contoh. Meskipun peringkat Indonesia masih terbilang rendah, Indonesia berkomitmen serius untuk mencapai SDGs.

“Negara-negara ini membantu kita dalam mempercepat beberapa sektor di SDGs tadi yang saya sebutkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan juga menyampaikan undangan kepada Presiden Jokowi untuk menghadiri pertemuan kedua P4G di ibu kota Korea Selatan, Seoul pada 28-30 Juni 2020. Sebelumnya, pertemuan pertama P4G telah diadakan di Copenhagen, Belanda, pada 19-20 Oktober 2018.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

COMMENTS