Indonesia Diakui Mampu Mendeteksi Virus Corona

Indonesia Diakui Mampu Mendeteksi Virus Corona
Apa yang terjadi di Natuna? Kronologi dan sikap Indonesia
Nasib 238 WNI di Natuna Masih Belum Diputuskan Kepulangannya

Di tengah kepanikan dan kekhawatiran akan kemungkinan adanya kasus yang tidak terdeteksi, otoritas kesehatan di Indonesia menegaskan bahwa mereka dapat mendeteksi virus corona.

Setelah satu bulan sejak menyebarnya wabah virus corona di China, hingga saat ini belum ada satu pun warga di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

Satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang dalam pengujian virus korona baru, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), menyatakan pada Selasa (11/02/2020) bahwa mereka telah memeriksa 64 kasus di mana 62 kasus dinyatakan negatif, dan dua lainnya masih dalam pemeriksaan.

Vivi Setyawati, kepala pusat penelitian biomedis Balitbangkes, menjelaskan Indonesia telah memiliki reagen yang disebut primer guna mendeteksi materi genetik virus corona. Seluruh primer yang digunakan Indonesia sudah sesuai dengan protokol World Health Organization (WHO).

Baru-baru ini, WHO baru saja mengumumkan nama resmi untuk virus corona, yaitu COVID-19. Singkatan ini terdiri dari ‘co’ yang merujuk pada virus corona, ‘vi’ yang merupakan sebutan untuk virus, ‘d’ yang berarti disease (penyakit), dan ’19’ sebagai tahun saat virus mulai ditemukan (2019).

Selain itu, para WNI yang menjalani program observasi terkait virus corona di Natuna sejauh ini dalam kondisi baik. Mereka terus dipantau dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan beraktivitas dengan normal. Setelah melewati observasi dan dinyatakan sehat, para warga diperbolehkan pulang ke tempat asal masing-masing.

COMMENTS