IA-CEPA Disepakati, Saling Menguntungkan Indonesia dan Australia

Menristek Dorong Sinergi dan Kolaborasi Riset Indonesia-Eropa
Langkah-langkah Pemerintah Indonesia Hadapi Corona Virus

Indonesia dan Australia telah melaksanakan aksi kemitraan ekonomi komprehensif untuk 2020-2024. Salah satunya adalah ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah dilaksanakan dan diharapkan dapat membangkitkan minat investasi Australia.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa IA-CEPA ini dapat meningkatkan keterbukaan aliran investasi, nilai perdagangan, dan pariwisata antara Indonesia dengan Negeri Kangguru tersebut.

“Yang paling jelas kita ingin keterbukaan sehingga perdagangan, investasi, pariwisata akan lebih banyak antara kedua negara Indonesia dan Australia, arahnya ke situ,” tutur Presiden Jokowi di Mount Ainslie, Canberra, Australia pada Minggu, 9 Februari 2020.

Sebelumnya, DPR dan pemerintah Indonesia telah menyepakati rancangan IA-CEPA menjadi undang-undang. Dengan demikian, ke depannya Indonesia sudah memiliki landasan hukum yang pasti dalam mengimplementasikan perjanjian kerja sama di bidang ekonomi dengan Australia. 

Berdasarkan ratifikasi UU IA-CEPA, secara bertahap Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Australia. Sedangkan Australia akan menghapus 100 persen bea masuk impor untuk produk asal Indonesia. 

Secara keseluruhan, terdapat 6.474 pos tarif bea masuk impor nol persen yang diberikan Australia bagi Indonesia. Dengan pembebasan ini, pemerintah memperkirakan peningkatan ekspor untuk produk otomotif, seperti mobil listrik dan hybrid

Selain itu, produk ekspor lainnya yang juga akan meningkat meliputi kayu, furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, hingga peralatan elektronik.

Di tahun pertama implementasi IA-CEPA nanti, Australia juga memberikan penambahan kuota visa kerja dan liburan bagi Warga Negara Indonesia dari 1.000 menjadi 4.100 visa. Bahkan, kuota akan bertambah sekitar lima persen di tahun-tahun berikutnya.

Indonesia juga akan mendapat berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti program magang di industri dan pendidikan kejuruan. 

COMMENTS