Dibutuhkan Solusi Permanen untuk Kebencanaan, Presiden: Kolaborasi!

Dibutuhkan Solusi Permanen untuk Kebencanaan, Presiden: Kolaborasi!
Tinjau Kantor Gugas Covid-19, Presiden Beri Lima Arahan Kebiasaan Baru
Fasilitas Isolasi RSUD Soegiri Lamongan Diresmikan, Akan Bantu Lawan Covid-19

Dalam upaya penanggulangan bencana, Presiden Jokowi ingin mengupayakan kolaborasi antara pemerintah dengan akademisi, peneliti, dunia usaha, masyarakat serta dukungan media dalam memberi informasi ke publik terkait penanggulangan bencana. Kolaborasi ini diharapkan dapat memunculkan berbagai solusi permanen dalam menangani bencana agar tidak terjadi berulang-ulang.

“Penanggulangan bencana juga harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan peneliti, juga dunia usaha dan masyarakat, serta didukung media massa untuk pemberitaan kepada publik,” kata Presiden Joko Widodo dalam Rakornas BNPB, Selasa (4/2/2020)

Sebelumnya dalam Rakornas BNPB 2020 di Bogor, Jawa Barat, Presiden menekankan bahwa banyak bencana yang dapat dicegah ataupun diminimalisir dampaknya dengan mencari solusi-solusi permanen dalam menanggulangi bencana.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kesigapan para sukarelawan dan penjaga alam yang telah berkontribusi dalam menanggulangi bencana. Presiden mengharapkan adanya sinergi antara pemerintah pusat maupun daerah dalam memitigasi, mencegah, dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Ke depannya, upaya penanggulangan bencana harus terus ditingkatkan.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga memberikan arahan bagi para kepala daerah untuk segera menyusun rencana kontijensi yang mampu menangani bencana secara tuntas. Hal ini bertujuan agar seluruh pihak siap menanggulangi bencana ketika benar terjadi.

Presiden Jokowi memberikan contoh solusi yang efektif dan efisien untuk beberapa bencana yang seringkali terjadi di Indonesia, antara lain: bencana banjir atau banjir bandang yang terus terjadi dapat mulai dikurangi dengan memperbaiki ekosistem; menanggulangi potensi longsor dengan menanam tanaman jenis vetiver yang memiliki akar kuat; dan menanam mangrove serta pepohonan, seperti cemara laut, dan beringin, untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan saat terjadi tsunami.

COMMENTS